Kajati Jatim Ajak Solidaritas Nasional untuk Korban Bencana

Kajati Jatim
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, SH., MH.,(Foto: Net)

JAWA TIMUR, SUDUTPANDANG.ID – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, SH., MH., menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk hadir dan mengambil peran nyata dalam membantu para korban.

Pesan tersebut disampaikan Kajati Jatim saat memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Jumat (19/12/2025).

Upacara berlangsung tertib dan khidmat dengan diikuti para Asisten, Koordinator, serta seluruh pegawai Kejati Jatim. Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju,” sebagai pengingat pentingnya kesiapan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

BACA JUGA  Kecewa Pernyataan Puan Soal Sumbar, Mulyadi-Ali Mukhi Kembalikan SK PDIP

Dalam amanatnya, Agus Lumban Gaol menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diraih apabila masyarakat memiliki kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.

“Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, namun telah berkembang dalam bentuk perang siber, radikalisme, hingga bencana alam yang saat ini tengah terjadi,” ujar Kajati Jatim dikutip, Minggu (21/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, Kajati Jatim juga mengungkapkan keprihatinannya atas bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, ketiga wilayah tersebut memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan Republik Indonesia, sehingga musibah yang terjadi menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas.

BACA JUGA  Ribuan Pesilat Adu Hebat di Kejuaraan Garuda Championship 2022

“Dalam semangat Hari Bela Negara, mari kita saling membantu saudara-saudara yang terdampak bencana, menjaga ruang digital dari disinformasi, memperkuat ketahanan ekonomi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Kajati.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan harus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan, memperkuat semangat pengabdian, serta mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(PR/04)