PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – SMP Negeri 4 Pasuruan memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik dalam kegiatan kokurikuler kelas VII, VIII, dan IX sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kreativitas, serta kolaborasi siswa dalam mengimplementasikan pembelajaran kontekstual. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan SPANPA SMART (Sehat, Merdeka, Aman, Religius, Tepercaya) melalui pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada penguatan karakter.
Pada jenjang kelas VII, kegiatan kokurikuler mengusung tema “Berkarya untuk Sesama dan Bangsa melalui Kegiatan Membatik.” Tema ini dipilih untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus melatih keterampilan kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Berdasarkan hasil penilaian, kelas 7D berhasil meraih Juara I, diikuti kelas 7A sebagai Juara II, dan kelas 7E sebagai Juara III. Para siswa menunjukkan kreativitas tinggi dalam menghasilkan karya batik yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki nilai makna dan filosofi budaya.
Sementara itu, pada jenjang kelas VIII, kegiatan kokurikuler mengangkat tema “Bhineka Tunggal Ika Harmoni di Kota Pasuruan.” Tema ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya toleransi, keberagaman, serta semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kegiatan ini, kelas 8C berhasil meraih Juara I, diikuti kelas 8B sebagai Juara II, dan kelas 8A sebagai Juara III. Karya dan presentasi siswa dinilai mampu mencerminkan nilai kebhinekaan melalui pendekatan kreatif, kolaboratif, dan reflektif.
Adapun pada jenjang kelas IX, apresiasi diberikan kepada seluruh kelompok dari kelas 9A hingga 9H dengan tema “Sehat Jiwa Raga.” Kegiatan ini berfokus pada penguatan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai bekal menghadapi masa depan. Setiap kelompok menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif dalam menyelesaikan proyek kokurikuler yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, serta sikap positif.
Koordinator Kokurikuler SMP Negeri 4 Pasuruan, Nurul Mawaridah, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler merupakan jembatan antara teori dan praktik yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi secara holistik.
“Melalui kegiatan kokurikuler, siswa tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Ini adalah bagian penting dalam membentuk karakter, kreativitas, kemampuan kolaborasi, serta tanggung jawab siswa sebagai generasi masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa apresiasi ini bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi juga motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan berprestasi. Setiap kelompok dinilai berdasarkan aspek kreativitas, kerja sama tim, relevansi tema, serta dampak pembelajaran terhadap pengembangan karakter siswa.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para guru, wali kelas, serta seluruh warga sekolah yang berperan aktif dalam membimbing dan memfasilitasi siswa selama proses pembelajaran kokurikuler berlangsung. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan mampu mendorong siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar mereka.
Dengan adanya kegiatan apresiasi ini, SMP Negeri 4 Pasuruan berharap dapat terus menumbuhkan budaya belajar yang positif, kreatif, dan inovatif. Kokurikuler diharapkan menjadi sarana strategis dalam membentuk profil lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, keterampilan hidup, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.
Apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran yang bermakna dan kolaboratif mampu menghasilkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi bangsa.(ACZ)


