JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pramono Anung Wibowo meresmikan arena ring tinju yang dibangun di kawasan kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin. Kehadiran fasilitas olahraga tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan ruang kota agar lebih produktif, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Peresmian arena tinju itu mendapat sambutan positif dari warga sekitar karena dinilai mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus menekan angka tawuran remaja yang selama ini kerap terjadi di kawasan Pasar Rebo dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan pemanfaatan kolong flyover menjadi fasilitas olahraga merupakan langkah konkret menghadirkan ruang publik yang lebih positif bagi masyarakat, khususnya anak muda.
“Pemanfaatan kawasan kolong Flyover Pasar Rebo merupakan upaya mengoptimalkan ruang kota agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan ruang aktivitas yang sehat dan mencegah kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan,” ujar Pramono.
Arena ring tinju tersebut dibangun melalui swadaya masyarakat dan mulai digunakan sejak Januari 2026. Meski berdiri di bawah flyover, fasilitas olahraga itu dirancang cukup representatif untuk menunjang kegiatan latihan tinju dan pembinaan atlet muda.
Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 247 meter persegi dengan ukuran arena tinju mencapai 9,5 meter x 9,5 meter. Kegiatan latihan di tempat itu dibina langsung oleh komunitas tinju profesional bersama warga sekitar.
Menurut Pramono, keberadaan fasilitas olahraga seperti arena tinju mampu menjadi wadah penyaluran energi positif bagi kalangan remaja. Ia menilai pembinaan olahraga di lingkungan permukiman dapat menjadi solusi sosial untuk menekan berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk tawuran dan perkelahian jalanan.
“Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi anak-anak muda di Jakarta Timur agar energinya tersalurkan melalui tempat-tempat seperti ini sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi perkelahian di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta,” katanya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong pemanfaatan ruang-ruang kota yang sebelumnya kurang produktif menjadi area publik multifungsi. Kolong flyover yang selama ini identik dengan kawasan kumuh atau rawan aktivitas negatif mulai diubah menjadi ruang olahraga, ruang terbuka hijau, hingga pusat kegiatan komunitas warga.
Pramono menegaskan, langkah tersebut bukan hanya bertujuan mempercantik kota, tetapi juga membangun interaksi sosial yang lebih sehat di tengah masyarakat perkotaan. Menurut dia, fasilitas publik yang mudah diakses akan meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Keberadaan arena tinju di Pasar Rebo menjadi salah satu contoh kolaborasi positif antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang produktif. Sebab, pembangunan arena dilakukan melalui swadaya warga yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan anak muda di lingkungan sekitar.
Selain menjadi tempat latihan olahraga bela diri, arena tersebut juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet tinju potensial dari Jakarta Timur. Pembinaan yang dilakukan komunitas tinju profesional dinilai dapat membuka peluang bagi anak muda untuk berprestasi di bidang olahraga.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih tinju sekaligus warga setempat, Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan terhadap fasilitas olahraga di kawasan Pasar Rebo.
Menurut pria berusia 54 tahun itu, arena tinju membawa dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar. Ia mengaku tingkat tawuran di kawasan flyover Pasar Rebo mulai berkurang sejak fasilitas olahraga tersebut aktif digunakan.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih banyak. Di sini biasanya sering tawuran. Dengan adanya fasilitas olahraga bela diri tinju ini, tawuran di flyover Pasar Rebo dan sekitarnya jadi berkurang, dan kami pun bisa latihan,” ujar Sudirman.
Ia berharap fasilitas tersebut terus mendapat perhatian pemerintah agar kegiatan pembinaan olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, olahraga bela diri seperti tinju tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk disiplin, mental, dan rasa tanggung jawab generasi muda.
Warga sekitar juga menyambut baik keberadaan arena tinju tersebut karena dinilai memberikan aktivitas positif bagi remaja di lingkungan mereka. Sebelumnya, kawasan kolong flyover Pasar Rebo dikenal sebagai titik rawan tawuran, terutama pada malam hari.
Kini, kawasan tersebut perlahan berubah menjadi pusat aktivitas olahraga dan komunitas warga. Kehadiran arena tinju turut menghadirkan suasana lingkungan yang lebih hidup, aman, dan tertata.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana terus mengembangkan konsep pemanfaatan ruang bawah flyover di sejumlah wilayah lain. Selain olahraga tinju, berbagai fasilitas komunitas dan olahraga lain juga disiapkan untuk memperluas ruang aktivitas publik bagi masyarakat.
Dengan adanya fasilitas seperti arena tinju Pasar Rebo, pemerintah berharap anak muda Jakarta memiliki lebih banyak ruang untuk berkembang secara positif, kreatif, dan produktif sehingga mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan harmonis. (09/AGF).










