“Negara perlu memberikan dukungan kelembagaan agar ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam dapat menjalankan perannya secara optimal, selama tetap berada dalam koridor konstitusi.”
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Dewan Pimpinan Pusat Cendekia Muda Muslim Indonesia (DPP CMMI) menyatakan dukungan terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun gedung representatif bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Ketua Umum DPP CMMI Anhar Tanjung menilai rencana tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat peran ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam sebagai mitra strategis negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Anhar, ulama dan ormas Islam memiliki kontribusi penting dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam menjaga persatuan, membangun moral masyarakat, serta mendorong moderasi beragama.
“Negara perlu memberikan dukungan kelembagaan agar ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam dapat menjalankan perannya secara optimal, selama tetap berada dalam koridor konstitusi,” ujar Anhar dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (10/2/2026).
DPP CMMI memandang pembangunan gedung MUI dan ormas Islam sebagai fasilitas pendukung kegiatan keumatan, seperti dakwah, dialog kebangsaan, dan pelayanan sosial kepada masyarakat. Rencana tersebut dinilai tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis.
Selain itu, DPP CMMI menekankan pentingnya tata kelola gedung yang transparan dan akuntabel agar dapat dimanfaatkan secara luas serta tetap menjaga independensi ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Sebagai organisasi cendekiawan muda Muslim, DPP CMMI menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat peran keumatan, sepanjang sejalan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
DPP CMMI berharap rencana pembangunan gedung MUI dan organisasi kemasyarakatan Islam tersebut dapat direalisasikan secara matang dan memberikan manfaat bagi penguatan kehidupan sosial dan kebangsaan.(PR/01)









