JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Mantan pemain Timnas Indonesia, Elly Idris, meninggal dunia pada usia 63 tahun, Kamis (12/2/2026).
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Media Officer Persita Tangerang, Robert Patrick.
Elly Idris dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan sepak bola nasional, baik sebagai pemain maupun pelatih.
“Betul (kabar Elly Idris meninggal dunia),” ujar Robert Patrick saat dikonfirmasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Elly Idris mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cinta Kasih, Ciputat, pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga terkait penyebab wafatnya mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.
Elly Idris memiliki rekam jejak panjang di dunia sepak bola Tanah Air. Namanya dikenal luas sebagai bagian dari generasi emas Timnas Indonesia pada era 1980-an.
Sebagai pemain, ia turut berkontribusi membawa Indonesia menembus babak semifinal Asian Games 1986, sebuah pencapaian prestisius yang hingga kini masih dikenang dalam sejarah sepak bola nasional.
Selain Asian Games, Elly Idris juga tercatat memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai ajang internasional lainnya.
Tugas terakhirnya bersama tim nasional terjadi pada SEA Games 1993, yang menjadi penutup kiprahnya sebagai pemain di level internasional.
Di level klub, Elly Idris menghabiskan kariernya di sejumlah tim besar era Galatama. Ia pernah membela PS Jayakarta, Yanita Utama, hingga Kramayudha Tiga Berlian, klub legendaris yang dikenal sarat prestasi.
Bersama klub-klub tersebut, Elly turut merasakan atmosfer kompetisi elite nasional dan menorehkan sejumlah gelar selama masa aktifnya sebagai pemain.
Selepas gantung sepatu, Elly Idris melanjutkan pengabdiannya di dunia sepak bola sebagai pelatih. Salah satu klub yang paling lekat dengan perjalanan karier kepelatihannya adalah Persita Tangerang, yang berjuluk Pendekar Cisadane.
Elly Idris pertama kali bergabung dengan Persita sebagai asisten pelatih pada musim 2007/2008. Kiprahnya kemudian berlanjut ketika ia dipercaya menjadi pelatih kepala pada musim 2009/2010.
Kepercayaan manajemen Persita terhadap Elly kembali terlihat ketika ia ditunjuk memimpin tim pada periode 2010 hingga 2013.
Tidak berhenti di situ, Elly Idris kembali dipercaya menukangi Persita pada musim 2017/2018, menandai komitmennya yang kuat terhadap klub asal Tangerang tersebut.
Pengalamannya sebagai mantan pemain Timnas Indonesia dinilai menjadi modal penting dalam membina para pemain muda Persita.
Sebagai pelatih, Elly dikenal memiliki pendekatan yang tegas namun komunikatif. Ia kerap menekankan disiplin, kerja keras, dan semangat juang sebagai fondasi utama dalam membangun tim.
Filosofi tersebut sejalan dengan karakter Persita sebagai klub yang mengandalkan militansi dan kekompakan tim.
Kepergian Elly Idris meninggalkan duka mendalam bagi insan sepak bola Indonesia. Selain Persita Tangerang, sejumlah pihak diperkirakan akan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk sepak bola nasional.
Elly Idris tidak hanya dikenang melalui prestasi dan jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga melalui kontribusinya dalam membentuk karakter pemain dan memperkuat fondasi sepak bola Indonesia di era Galatama hingga masa transisi menuju kompetisi modern.
Sebagai mantan pemain Timnas Indonesia dan pelatih berpengalaman, Elly Idris merupakan bagian dari sejarah panjang sepak bola nasional.
Dedikasi dan pengabdiannya, baik di lapangan maupun di pinggir lapangan, menjadi warisan yang akan terus dikenang oleh generasi sepak bola Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai rencana pemakaman almarhum. Pihak keluarga dan kerabat terdekat diharapkan segera memberikan keterangan lanjutan. Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. (AGF/09).









