“TMMD membuktikan bahwa setiap dinding yang dibangun bersama bukan hanya melindungi dari hujan dan panas, tetapi juga menegakkan kembali harapan, martabat, dan masa depan mereka yang sempat kehilangan tempat berteduh.”
PASURUAN-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Di sudut Dusun Kili Tengah, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0819/Pasuruan mulai mengubah wajah sebuah rumah sederhana yang selama ini dihuni Ibu Nursaida. Dinding yang lapuk dan atap yang tak lagi sepenuhnya melindungi dari panas maupun hujan menjadi saksi bagaimana harapan baru perlahan dibangun dari keterbatasan.
Pagi itu, Senin (16/2/2026), suasana rumahnya berbeda. Suara palu beradu dengan paku, derap langkah sepatu bercampur senda gurau warga, dan seragam loreng yang menyatu dengan pakaian kerja masyarakat menghadirkan pemandangan yang menghangatkan hati. Rumah yang sebelumnya jauh dari kata layak huni perlahan berubah wajah.
Program TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0819/Pasuruan menjadikan rumah Ibu Nursaida sebagai salah satu sasaran rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Ia termasuk di antara 14 warga yang menerima bantuan perbaikan rumah melalui program tersebut.
Tak ada sekat antara prajurit dan warga. Mereka bekerja berdampingan, memanggul material, memasang rangka atap, hingga merapikan dinding. Gotong royong bukan sekadar slogan, ia hidup di halaman rumah itu, menyatu dalam setiap keringat yang jatuh ke tanah.
Serda Maulana, anggota Satgas TMMD ke-127, sesekali menghentikan pekerjaannya untuk memastikan setiap bagian terpasang dengan baik. Baginya, perbaikan rumah bukan semata mengganti kayu atau memperkuat tembok, melainkan upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak.
“Melalui program TMMD ini, kami ingin membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Perbaikan rumah Ibu Nursaida diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas. Rumah yang dibangun tidak hanya harus kokoh hari ini, tetapi juga mampu bertahan dalam waktu lama.
Air Mata Syukur di Balik Dinding Baru

Bagi Ibu Nursaida, setiap bata yang tersusun menghadirkan harapan baru. Ia tak mampu menyembunyikan harunya saat melihat rumahnya diperbaiki bersama oleh prajurit TNI dan para tetangganya.
“Terima kasih banyak. Saya tidak menyangka rumah saya bisa diperbaiki seperti ini. Semoga Allah membalas kebaikan bapak-bapak semua,” ucapnya lirih.
Program TMMD ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Namun, di rumah sederhana itu, tema tersebut terasa lebih dari sekadar kalimat. Ia hadir dalam bentuk peluh, kerja sama, dan kepedulian.
Dari rumah rapuh menuju hunian yang layak, TMMD tidak hanya membangun dinding dan atap. Ia menumbuhkan rasa percaya, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan harapan bahwa pembangunan sejatinya dimulai dari desa, dari tangan-tangan yang saling membantu, dan dari kepedulian terhadap mereka yang paling membutuhkan.(ACZ/01)









