ASAHAN-SUMUT-SUDUTPANDANG.ID,-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan melaksanakan rangkaian kegiatan monitoring dan pembinaan terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di berbagai wilayah Kabupaten Asahan sepanjang bulan April 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengevaluasi efektivitas pengelolaan unit usaha desa serta memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, tim monitoring dari Dinas PMD turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan pengurus BUMDes, perangkat desa, serta unsur pimpinan kecamatan. Fokus utama dari peninjauan ini meliputi audit tertib administrasi, transparansi pengelolaan keuangan, hingga pemetaan kendala teknis yang sering ditemui oleh pengelola di tingkat akar rumput. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan sinkronisasi antara kebijakan daerah dan operasional desa dapat terjaga dengan baik.
Selain aspek manajerial, pembinaan ini juga menitikberatkan pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Para pengelola BUMDes didorong untuk lebih inovatif dalam menggali potensi lokal dan menangkap peluang pasar agar usaha yang dijalankan tidak sekadar jalan di tempat. Transformasi digital dalam pelaporan keuangan dan pemasaran produk unggulan desa menjadi salah satu poin krusial yang ditekankan oleh tim pembina agar BUMDes di Asahan lebih kompetitif.
Melalui monitoring dan evaluasi berkala ini, Dinas PMD Kabupaten Asahan menargetkan terciptanya BUMDes yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan pengelolaan BUMDes diharapkan mampu menjadi mesin utama penggerak ekonomi kerakyatan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan asli desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas di seluruh pelosok Kabupaten Asahan.(ma)


