MANADO, SUDUTPANDANG.ID – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar mengajak mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk memahami perkembangan geopolitik dunia sekaligus memperkuat peran strategis generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum yang digelar di Auditorium Unsrat, Manado Sulawesi Utara, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan bertajuk “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia” itu dihadiri sekitar 800 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Unsrat.
Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Akmil sebagai pembicara utama.
Menurutnya kuliah umum tersebut menjadi kesempatan bagi civitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan lingkungan strategis global yang terus berubah.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia.
Dalam pemaparannya, Rano menjelaskan bahwa geopolitik merupakan kajian yang mempelajari pengaruh kondisi geografis terhadap kebijakan politik, ekonomi, pertahanan, dan hubungan antarnegara.
Pemahaman terhadap geopolitik, menurutnya, penting untuk membantu suatu negara menyusun strategi dalam mencapai kepentingan nasional.
Rano juga mengulas sejumlah perkembangan geopolitik global, termasuk perubahan konstelasi kekuatan dunia serta dinamika kawasan Indo-Pasifik yang semakin menjadi perhatian berbagai negara.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di antara dua benua, Asia dan Australia, serta dua samudra, Hindia dan Pasifik. Letak geografis tersebut menjadikan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama internasional.
“Generasi muda memiliki peran penting sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, semangat bela negara, serta kemampuan berpikir kritis dan strategis dalam menghadapi perubahan lingkungan internasional yang semakin dinamis,” kata Rano.
Jenderal bintang dua lulusan Akmil 1993 kecabangan infantri itu, menambahkan, perkembangan global yang berlangsung cepat menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi, kemampuan berinovasi, dan daya saing agar mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Menurut Rano, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk memanfaatkan peluang yang muncul di tengah perubahan geopolitik dunia. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan terhadap isu-isu strategis yang memengaruhi masa depan bangsa.
Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan terkait isu geopolitik, pertahanan negara, hingga posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Sebelum kuliah umum dimulai, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsrat menampilkan tarian tradisional Katrili yang mendapat apresiasi dari para peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Unsrat kepada Gubernur Akmil serta sesi foto bersama.
Melalui kegiatan tersebut, Unsrat berharap mahasiswa semakin memahami perkembangan geopolitik dunia sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan semangat bela negara sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.(PR/01)










