Kejurnas ORADO 2026 Jadi Titik Balik Domino Indonesia

Salah satu pertandingan di Kejurnas ORADO 2026 yang berlangsung di JSI Resort Megamendung, Sabtu, 25 April 2026 (Foto: PB ORADO).
Salah satu pertandingan di Kejurnas ORADO 2026 yang berlangsung di JSI Resort Megamendung, Sabtu, 25 April 2026 (Foto: PB ORADO).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional, Yooky Tjahrial, menegaskan bahwa Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 menjadi langkah awal dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan di Indonesia.

Ajang perdana tersebut sukses digelar di JSI Resort Megamendung, Jawa Barat, selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu.

Kejuaraan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi yang semakin mendapat perhatian di tingkat nasional.

Dalam konferensi pers usai penutupan, Yooky menegaskan bahwa Kejurnas ORADO tidak hanya berfokus pada penentuan juara, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak atlet domino berprestasi.

“Melalui Kejurnas ini, kami tidak hanya menentukan juara, tetapi juga membangun fondasi pembinaan yang berkelanjutan agar domino semakin berkembang sebagai olahraga prestasi,” ujar Yooky, Minggu (26/4/2026).

Kejurnas ORADO 2026 mempertandingkan dua kategori utama, yakni senior dan junior. Pada kategori junior, tim dari Sulawesi Selatan tampil sebagai juara setelah menunjukkan konsistensi permainan sepanjang turnamen. Sementara itu, pada kategori senior, tim Bangka Belitung B berhasil keluar sebagai kampiun setelah melalui persaingan ketat di babak final.

BACA JUGA  Indonesia Amankan Satu Tiket Final Ganda Putra

Keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk jajaran pengurus PB ORADO. Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menilai kesiapan sistem menjadi faktor utama suksesnya pelaksanaan Kejurnas edisi perdana ini.

Menurut Giri, konsistensi dalam penerapan aturan dan teknis pertandingan menjadi kunci untuk menjaga kualitas kompetisi. Ia menegaskan bahwa aspek keadilan, transparansi, dan sportivitas harus menjadi fondasi dalam setiap penyelenggaraan turnamen domino ke depan.

“Konsistensi dalam pelaksanaan teknis menjadi kunci agar kompetisi berlangsung adil, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Giri.

Selain aspek teknis, Kejurnas ORADO juga dinilai berhasil menciptakan atmosfer kebersamaan antar peserta dari berbagai daerah. Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi, menyebut ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah mempererat hubungan antarprovinsi.

Ia menilai olahraga domino memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai cabang olahraga strategi yang inklusif dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Kejurnas ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun semangat kebersamaan antarprovinsi. Domino hadir sebagai olahraga strategi yang inklusif, yang bisa dinikmati berbagai kalangan dan terus berkembang di Indonesia,” ujar Henry.

BACA JUGA  Ambisi Yolla Untuk Timnas Bola Voli Indonesia Putri

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PB ORADO juga menggelar pertandingan eksibisi yang diikuti oleh tim-tim dari provinsi yang belum berhasil melaju ke babak perdelapan final. Pertandingan ini memberikan kesempatan tambahan bagi para peserta untuk tetap merasakan atmosfer kompetisi sekaligus mengasah kemampuan mereka.

Menariknya, dalam laga eksibisi tersebut, tim yang berhadapan dengan tim PB ORADO mendapatkan skema khusus, termasuk hadiah dengan nilai yang lebih besar. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan daya tarik kompetisi.

Penyelenggaraan Kejurnas ORADO 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan olahraga domino di Indonesia. Dengan adanya kompetisi nasional yang terstruktur, PB ORADO berharap dapat menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai daerah.

Selain itu, ajang ini juga diharapkan mampu meningkatkan popularitas domino sebagai olahraga yang tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga strategi, konsentrasi, dan kemampuan analisis.

BACA JUGA  Menpora Dorong Sinergi Olahraga Maluku Utara

Ke depan, PB ORADO berencana untuk menjadikan Kejurnas sebagai agenda rutin tahunan yang terus dikembangkan dari sisi kualitas maupun cakupan peserta. Langkah ini sejalan dengan upaya organisasi dalam memperkuat ekosistem olahraga domino di Indonesia.

Dengan fondasi yang mulai dibangun melalui Kejurnas edisi perdana ini, PB ORADO optimistis olahraga domino dapat berkembang lebih pesat dan mampu bersaing di tingkat internasional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut.

Kejurnas ORADO 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol awal dari upaya sistematis dalam membangun masa depan olahraga domino Indonesia yang lebih profesional dan berprestasi. (09/AGF).