BANDAR LAMPUNG, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dengan menggelar aksi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa penanaman terumbu karang di perairan Pulau Pahawang, Lampung, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama enam mitra pelayaran, yakni Caraka Tirta Perkasa, Meratus Line, Indo Container Line, Temas Line, Salam Pacific Indonesia Lines, dan Tresna Muda Sejati. Sinergi ini menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh ekosistem pelabuhan dalam menjaga kelestarian laut.
Aksi ini menjadi kegiatan kedua yang dilakukan bersama para pelanggan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Tidak hanya berfokus pada operasional, IPC TPK juga mendorong partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam menjaga lingkungan maritim.
“Program konservasi ini merupakan langkah konkret IPC TPK dalam menjalankan bisnis yang selaras dengan prinsip berkelanjutan. Kelestarian laut adalah tanggung jawab bersama, terlebih bagi kita yang bergerak di sektor maritim,” ujar Yanuar Evyanto, PLT Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPC TPK pada Senin (27/4/2026).
“Dengan melibatkan enam shipping line besar, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan operasional logistik harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan hidup,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 35 rak media tanam dengan total 280 bibit terumbu karang ditanam di dasar laut Pulau Pahawang.
Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi biodiversitas tinggi, namun membutuhkan upaya rehabilitasi akibat dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Sejak 2017, IPC TPK secara konsisten melakukan program rehabilitasi terumbu karang di berbagai wilayah pesisir. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem laut, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan ekowisata dan peningkatan hasil tangkapan nelayan.
Terumbu karang yang sehat juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan biota laut serta kualitas perairan di sekitar pelabuhan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kelancaran aktivitas logistik, termasuk menjaga kedalaman alur pelayaran dan meminimalkan sedimentasi.
Mengacu pada data International Coral Reef Initiative, sejak Januari 2023 hingga Maret 2025, sekitar 84% terumbu karang dunia terdampak bleaching akibat peningkatan suhu laut. Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya konservasi.
Dalam kegiatan ini, IPC TPK juga menggandeng Lampung Underwater Community untuk memberikan edukasi terkait pelestarian terumbu karang kepada para peserta.
“Terima kasih kepada IPC TPK atas upaya untuk menjaga ekosistem alam untuk masa depan anak cucu kita di masa yang akan datang. Luar biasa, kegiatan hari ini dapat mempersolid hubungan kami sebagai Shipping Line dengan IPC TPK,” ujar Ketut Bambang dari Meratus Line.
Melalui kolaborasi ini, IPC TPK menegaskan bahwa hubungan antara operator terminal dan mitra pelayaran tidak hanya berfokus pada layanan logistik, tetapi juga pada tanggung jawab menjaga lingkungan.
“Melalui aksi ini, IPC TPK ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional kami meninggalkan jejak positif bagi alam. Kami berkomitmen untuk terus memonitor pertumbuhan bibit-bibit karang ini secara berkala agar program ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Harapannya, inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak di industri logistik untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kekayaan Bahari Nusantara demi generasi mendatang,” tutup Yanuar.(UM)










