Anton Charliyan: Mahkota Binokasih dalam Kirab Budaya di Tasikmalaya Simbol Jati Diri Sunda

Anton Charliyan: Mahkota Binokasih dalam Kirab Tasikmalaya Simbol Jati Diri Sunda
Pemprov Jabar menggelar Kirab Budaya “Napak Tilas Pajajaran” di Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (4/5/2026) malam.(Foto: Kolase Sudutpandang.id)

TASIKMALAYA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Anton Charliyan, menyebut Mahkota Binokasih yang dihadirkan dalam Kirab Budaya “Napak Tilas Pajajaran” di Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (4/5/2026) malam sebagai simbol jati diri masyarakat Sunda.

“Mahkota Binokasih memiliki makna filosofis penuh kasih sayang, yang mencerminkan harapan agar pemimpin menjalankan pemerintahan dengan bijaksana dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujar Anton Charliyan dalam keterangan tertulis Selasa (5/5/2026).

Budayawan yang akrab disapa Abah Anton ini menjelaskan, kirab budaya tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan serta menumbuhkan semangat kebangsaan.

“Kirab ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya Sunda, sekaligus momentum mempererat persatuan,” katanya.

BACA JUGA  Waduh, Wali Murid Laporkan Dedi Mulyadi ke Komnas HAM

Kirab budaya tersebut yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas masyarakat Sunda di tengah perkembangan zaman.

Kirab “Napak Tilas Pajajaran” di Tasikmalaya merupakan pelaksanaan ketiga, setelah sebelumnya digelar di Sumedang dan Kawali, Kabupaten Ciamis.

Pada Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Nyuhun Buhun Nata Nagara” dengan subtema “Nyukcruk Galur Galunggung”.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, budayawan, serta masyarakat yang memadati jalur kirab.

Prosesi kirab menampilkan beragam atraksi budaya, seperti tarian tradisional, iring-iringan kuda pengawal, serta kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol kejayaan masyarakat Sunda.

BACA JUGA  AMKI dan Lucky Hakim Bangun Kolaborasi, Perkuat Transparansi Informasi di Indramayu

Rute kirab yang semula direncanakan berakhir di Kampung Naga, Kecamatan Salawu, dialihkan ke Pendopo Kabupaten Tasikmalaya guna menghindari kepadatan lalu lintas.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga amanah leluhur dalam kehidupan masyarakat modern.

“Amanah dari karuhun harus dijaga dengan kasih sayang dan kepedulian. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan layanan kesehatan atau pendidikan,” ujar Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Anton Charliyan menyerahkan naskah “Amanat Galunggung” kepada Gubernur Jabar sebagai simbol estafet nilai kepemimpinan leluhur.

Kirab dimulai dari Kampus Universitas Cipasung dan berakhir di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan rangkaian kegiatan budaya tersebut.

BACA JUGA  3 Hari Melahirkan, Aaliyah Massaid Hadiri Pernikahan Al Ghazali

Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi budaya sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Sunda.(PR/01)