TANGERANG – SUDUT PANDANG –
Bupati Tangerang, Banten, Moch Maesyal Rasyid menyatakan proses seleksi pengisian jabatan kepala sekolah (kepsek) bukan berdasarkan faktor lain tapi murni kompetensi, karena semua dibahas secara matang dan tidak asal tanda tangan.
“Ini adalah amanah besar. Dari ribuan guru, bapak/Ibu terpilih menjadi kepsek, patut disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Maesyal di Tigaraksa, Senin (4/5/2026).
Ia mengatakan hal tersebut saat memberikan motivasi kepada para kepsek SD dan SMP negeri yang baru terpilih maupun hasil rotasi, digelar di Aula Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
Jumlah SD Negeri di wilayah ini sebanyak 766 sekolah tersebar pada 29 kecamatan dan SMP Negeri ada 51 sekolah.
Menurutnya proses seleksi kepsek dilakukan secara detail dan menyeluruh, tentunya dengan mempertimbangkan rekam jejak, loyalitas, kapasitas, serta kesiapan mental para calon.
Bahkan proses penetapan kepsek juga telah dilakukan secara objektif melalui pembahasan yang mendalam bersama jajaran terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan BKPSDM setempat.
Sedangkan para kepsek yang terpilih merupakan sosok pilihan di antara ribuan guru di Kabupaten Tangerang, dan dipercaya menjadi pemimpin serta teladan di lingkungan pendidikan.
Bupati menitipkan beberapa hal penting yang harus segera dilakukan oleh para kepsek di lingkungan masing-masing untuk menjaga kerapihan dan kebersihan lingkungan sekolah, termasuk memastikan tidak ada sampah dan saluran air yang tersumbat.
Pesan lainnya yakni mengoptimalkan program sanitasi sekolah (sanisek) serta memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif dengan menanam berbagai tanaman seperti cabai dan tomat sebagai bentuk inovasi dan edukasi bagi siswa.
Ia bilang bahwa kepsek dapat melakukan perbaikan sarana dan prasarana ringan secara mandiri tanpa harus menunggu anggaran dari pemerintah daerah, dengan memanfaatkan dana yang tersedia. (WAR)


