Mauricio Souza Kecewa, Persija Dinilai Layak Menang atas Persib

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai timnya tampil lebih baik dibandingkan Persib Bandung meski harus menelan kekalahan 1-2 pada laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026). (Foto: ist).
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai timnya tampil lebih baik dibandingkan Persib Bandung meski harus menelan kekalahan 1-2 pada laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026). (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai timnya tampil lebih baik dibandingkan Persib Bandung meski harus menelan kekalahan 1-2 pada laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026).

Kekalahan dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut sekaligus membuat peluang Persija untuk bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini semakin menipis. Macan Kemayoran kini tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 65 poin, tertinggal cukup jauh dari Persib yang kukuh di puncak klasemen.

Meski gagal meraih poin, Mauricio Souza tetap memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya. Pelatih asal Brasil itu menilai Persija mampu mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan lawannya.

“Permainan kami hari ini sebenarnya lebih baik daripada Persib. Statistik menunjukkan kami lebih dominan. Kami menciptakan 19 peluang, sementara Persib hanya tujuh. Seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan ini,” ujar Mauricio seusai pertandingan.

Dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Segiri, Persija sebenarnya tampil cukup meyakinkan sejak awal pertandingan. Tim ibu kota mampu mengontrol tempo permainan dan beberapa kali mengancam pertahanan Persib melalui kombinasi serangan cepat dari lini depan.

Persija bahkan berhasil membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-19 lewat aksi gemilang Alaaeddine Ajaraie. Penyerang asal Maroko itu melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan kiper Teja Paku Alam.

BACA JUGA  Indonesia U-21 Gagal ke Perempat Final, Fokus Rebut Peringkat 9-16 di Kejuaraan Dunia Voli Putri FIVB 2025

Gol tersebut membuat Persija tampil semakin percaya diri. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke pertahanan Persib. Namun, dominasi permainan Macan Kemayoran gagal dikonversi menjadi tambahan gol.

Sebaliknya, Persib mampu memanfaatkan celah di lini belakang Persija dengan sangat efektif. Adam Alis menjadi mimpi buruk bagi Persija setelah mencetak dua gol balasan pada menit ke-28 dan 37.

Gol pertama Adam Alis lahir setelah memanfaatkan kesalahan lini pertahanan Persija dalam membangun serangan. Sementara gol kedua tercipta melalui skema serangan cepat yang berawal dari umpan panjang Thom Haye.

Mauricio Souza menilai kekalahan tersebut terjadi akibat kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan timnya pada momen penting pertandingan. Menurut dia, kesalahan tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya laga.

“Kami melakukan kesalahan pada momen yang seharusnya tidak boleh terjadi. Kami tidak ingin hanya menang dalam statistik, tetapi angka-angka itu menunjukkan kerja keras kami,” katanya.

Pelatih berusia 51 tahun itu juga menegaskan bahwa Persija telah menunjukkan karakter permainan yang diinginkannya. Ia melihat semangat juang dan intensitas permainan tim terus mengalami perkembangan meski hasil akhir belum sesuai harapan.

BACA JUGA  Si Kembar Ana dan Ani Melaju ke Semifinal Rajawali Women's Tennis Open 2022

Pada babak kedua, Persija tampil semakin agresif demi mengejar ketertinggalan. Mauricio melakukan beberapa perubahan strategi dengan memasukkan sejumlah pemain ofensif guna meningkatkan tekanan ke pertahanan Persib.

Peluang demi peluang tercipta melalui Ajaraie, Eksel Runtukahu, hingga Gustavo Almeida yang masuk sebagai pemain pengganti. Namun solidnya pertahanan Persib serta penampilan impresif Teja Paku Alam membuat Persija gagal menyamakan kedudukan.

Selain Mauricio Souza, gelandang Persija Fabio Calonego juga mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut. Ia menilai efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor pembeda dalam duel klasik itu.

“Tim yang bermain lebih baik tidak selalu menang. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir. Itulah penyebab kekalahan kami hari ini,” ujar Fabio.

Fabio menambahkan Persija sebenarnya memiliki cukup peluang untuk setidaknya mencuri satu poin dari pertandingan tersebut. Namun buruknya penyelesaian akhir membuat dominasi permainan tidak menghasilkan hasil maksimal.

Kekalahan dari Persib menjadi pukulan bagi Persija dalam upaya menjaga asa perebutan gelar juara musim ini. Dengan hanya menyisakan beberapa pertandingan, peluang Macan Kemayoran untuk mengejar Persib kini semakin berat.

BACA JUGA  Rizki Juniansyah Sukses Pecahkan Rekor Dunia dan Raih Dua Emas

Di sisi lain, kemenangan atas Persija membuat Persib semakin dekat dengan trofi Super League 2025/2026. Tim asuhan Bojan Hodak kini semakin nyaman di puncak klasemen dan berada di jalur kuat menuju gelar juara.

Meski demikian, Mauricio Souza menegaskan Persija tidak akan menyerah begitu saja di sisa musim. Ia meminta para pemain tetap fokus menyelesaikan kompetisi dengan hasil terbaik dan menjaga konsistensi permainan.

Menurutnya, performa melawan Persib menunjukkan bahwa Persija memiliki kualitas untuk bersaing dengan tim-tim papan atas. Namun evaluasi terhadap efektivitas serangan dan konsentrasi lini pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.

Hasil di Stadion Segiri juga kembali menegaskan ketatnya rivalitas Persija dan Persib yang selalu menghadirkan tensi tinggi di setiap pertemuan. Meski kalah, Mauricio menilai laga tersebut menjadi bukti bahwa Persija mampu memberikan perlawanan sengit hingga menit akhir pertandingan. (09/AGF).