BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Hanya dalam waktu 30 hari, wajah Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, berubah drastis. Jalan lingkungan yang sebelumnya kurang memadai kini mulus, drainase tertata, sarana sanitasi dibangun dan sejumlah rumah tidak layak huni disulap menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Perubahan itu membuat sebagian warga terharu saat menyaksikan hasil Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0507/Bekasi.
Transformasi tersebut menjadi capaian nyata TMMD ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026. Program itu resmi ditutup dalam upacara di Lapangan Bumi Eraska, Kelurahan Jatirangga, Kamis (21/5/2026), setelah seluruh sasaran fisik dan nonfisik berhasil diselesaikan dengan capaian 100 persen.
Upacara penutupan dipimpin Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, serta Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Keberhasilan pelaksanaan TMMD di wilayah Kodim 0507/Bekasi tidak terlepas dari sinergi antara TNI, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan masyarakat. Program tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi sebesar Rp 2,5 miliar yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan selama pelaksanaan TMMD.
Komandan Satgas TMMD ke-128 yang juga Dandim 0507/Bekasi, Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, mengatakan, seluruh target yang telah ditetapkan, termasuk program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), berhasil diselesaikan tepat waktu.
Dalam amanat Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang dibacakan Danpusterad, disebutkan bahwa TMMD merupakan program yang selalu dinantikan masyarakat karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Program ini memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan,” demikian amanat Kasad.
Dari Jalan hingga Rumah Warga
Selama pelaksanaan TMMD, Satgas berhasil menyelesaikan sejumlah pembangunan fisik yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pekerjaan tersebut meliputi pengecoran jalan sepanjang 823,3 meter yang mempermudah mobilitas warga, pembangunan drainase sepanjang 913 meter guna meningkatkan sistem pengairan lingkungan, serta pembangunan sarana air bersih, sanitasi, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Berbagai pembangunan tersebut membawa perubahan yang langsung dirasakan masyarakat. Jalan yang lebih baik memudahkan aktivitas sehari-hari, sementara drainase yang tertata membantu mengurangi potensi genangan saat hujan.
Namun, program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi salah satu kegiatan yang paling membekas di hati warga. Rumah-rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan berubah menjadi hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.
Salah satu penerima manfaat adalah Nurlaila, warga RT 03 RW 09 Kelurahan Jatirangga. Ia mengaku tidak dapat menyembunyikan rasa syukur saat melihat rumahnya yang telah direnovasi.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Rumah kami sekarang jauh lebih nyaman dan aman untuk ditempati,” ucapnya.
Bagi Nurlaila, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Membangun Infrastruktur, Menumbuhkan Kebersamaan
TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik. Berbagai program nonfisik juga digelar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pendidikan, hingga program percepatan penurunan angka stunting. Satgas TMMD juga menyalurkan 200 paket sembako kepada masyarakat serta mengembangkan lahan ketahanan pangan guna mendukung kemandirian warga.
Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menegaskan bahwa esensi TMMD bukan hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
“TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial guna mewujudkan pembangunan yang merata,” katanya.
Sementara itu, Plh Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengapresiasi kontribusi TNI dalam membantu percepatan pembangunan di Kota Patriot.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas pelaksanaan TMMD. Ini merupakan bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah daerah kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga,” ujarnya.
Menurut Harris, kolaborasi yang terjalin melalui TMMD menjadi contoh nyata bahwa pembangunan akan berjalan lebih efektif ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat bergerak bersama.
Rangkaian penutupan TMMD ke-128 ditandai dengan pelepasan tanda pita, penandatanganan berita acara penyerahan hasil pekerjaan, serta penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako, bola, dan kaki palsu kepada warga yang membutuhkan.
Dalam waktu hanya satu bulan, Jatirangga mengalami perubahan yang nyata. Infrastruktur yang lebih baik, lingkungan yang lebih tertata, serta rumah-rumah yang kembali layak dihuni menjadi bukti hasil kerja bersama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bagi warga, TMMD ke-128 bukan sekadar program pembangunan, melainkan bukti bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu “menyulap” sebuah kawasan menjadi lebih baik dalam waktu singkat.(Egi/01)










