JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — CEO Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White, belum mempertimbangkan rencana menggelar pertandingan ulang antara Conor McGregor dan Max Holloway, meski petarung asal Irlandia itu menyatakan ingin menjadikan duel tersebut sebagai laga terakhir dalam kariernya di ajang UFC.
Pernyataan Dana White muncul setelah McGregor secara terbuka mengungkapkan keinginannya menghadapi Holloway dalam pertarungan ulang kelas bulu (featherweight/65,8 kilogram).
Namun, White menilai wacana tersebut masih terlalu dini mengingat kondisi fisik McGregor yang masih menjalani pemulihan cedera lutut.
“Bahkan pertarungan McGregor melawan Holloway tidak terpikirkan oleh saya,” ujar Dana White seperti dikutip dari MMA Fighting, Minggu.
Pernyataan itu sekaligus meredam spekulasi mengenai kemungkinan UFC segera menjadwalkan laga trilogi atau duel penutup bagi mantan juara dua divisi tersebut.
Conor McGregor baru-baru ini menyampaikan bahwa hanya ada satu nama yang berada dalam pikirannya sebagai lawan terakhir di UFC, yakni Max Holloway.
Melalui unggahan di media sosial, McGregor menulis singkat, “Harus Holloway.” Pernyataan itu muncul setelah pertarungan mereka di UFC 329 berakhir jauh lebih cepat dari yang diharapkan.
Dalam laga tersebut, McGregor mengalami cedera lutut hanya dalam waktu 66 detik. Kondisi itu membuat pertandingan berakhir dengan kemenangan technical knockout (TKO) untuk Holloway.
McGregor menganggap hasil tersebut tidak mencerminkan jalannya pertarungan karena cedera yang dialaminya. Ia bahkan berharap hasil pertandingan diubah menjadi no contest atau tanpa pemenang.
Keinginan menjalani pertandingan ulang muncul sebagai bentuk penyelesaian terhadap duel yang menurutnya belum berlangsung secara adil.
Meski McGregor bertekad kembali ke oktagon, kondisi kesehatannya menjadi faktor utama yang menghambat rencana tersebut.
Dana White menjelaskan bahwa petarung berusia 38 tahun itu harus menjalani operasi lutut sebelum memulai proses rehabilitasi secara menyeluruh.
Menurut White, usia dan lamanya McGregor tidak aktif bertanding juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses comeback.
“Tetapi Anda adalah manusia, Anda lebih tua, Anda belum bertarung lima tahun dan waktu tidak terkalahkan,” kata White.
Ia menilai proses pemulihan tidak dapat dipercepat hanya karena adanya keinginan menggelar pertandingan besar.
Di sisi lain, Max Holloway juga memiliki agenda karier yang harus terus berjalan.
Mantan juara kelas bulu UFC tersebut sebelumnya mengaku terbuka untuk menghadapi McGregor untuk ketiga kalinya apabila kesempatan itu datang.
Namun, Holloway baru saja menyelesaikan pertarungan tanpa mengalami cedera serius sehingga berpeluang kembali bertanding dalam waktu dekat.
Situasi itu membuat peluang duel ulang semakin sulit direalisasikan karena Holloway diperkirakan tidak akan menunggu hingga McGregor pulih sepenuhnya.
Dana White menegaskan belum ada pihak yang mengetahui bagaimana perkembangan karier kedua petarung dalam satu tahun mendatang.
“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi terhadap Holloway dalam satu tahun ke depan. Begitu juga dengan McGregor,” ujarnya.
Hingga kini UFC belum mengungkapkan secara resmi tingkat keparahan cedera lutut yang dialami McGregor.
Namun, apabila cedera tersebut melibatkan robekan ligamen anterior cruciate ligament (ACL), masa pemulihan diperkirakan berlangsung antara sembilan hingga 12 bulan sebelum petarung kembali ke kondisi kompetitif.
Selain menjalani operasi, McGregor juga harus melalui rehabilitasi intensif, pemulihan kekuatan otot, hingga memperoleh izin medis untuk kembali bertanding.
Proses tersebut membuat jadwal comeback McGregor belum dapat dipastikan.
Dana White menegaskan UFC tidak akan membuat keputusan atau memberikan janji mengenai pertandingan McGregor sampai seluruh proses pemulihan selesai.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan sang petarung benar-benar pulih sehingga dapat kembali bertanding dengan aman.
White juga menilai terlalu banyak faktor yang dapat berubah selama masa rehabilitasi, termasuk kondisi fisik McGregor maupun perjalanan karier Holloway.
Karena itu, UFC memilih menunggu perkembangan terbaru sebelum mulai membahas kemungkinan laga ulang.
Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa organisasi tidak ingin terburu-buru menyusun agenda hanya berdasarkan keinginan salah satu petarung.
Meski demikian, duel McGregor kontra Holloway tetap menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan penggemar MMA apabila suatu saat dapat terwujud.
Pertemuan keduanya diyakini memiliki nilai jual tinggi mengingat status McGregor sebagai salah satu ikon terbesar UFC, sementara Holloway merupakan mantan juara kelas bulu yang masih tampil kompetitif di level elite.
Untuk saat ini, peluang pertarungan ulang masih bergantung pada proses pemulihan McGregor.
Hingga sang mantan juara benar-benar dinyatakan fit dan siap kembali bertarung, UFC belum akan mengambil langkah lebih jauh terkait kemungkinan duel penutup kariernya melawan Max Holloway. (09/AGF).


