Bupati Maesyal Kawal Program Bedan Rumah di Desa Campaka, Cisoka

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid usai meninjau program bedah rumah di Cisoka, lalu memberikan nama kepada bayi Melani Khairunisa Rasyid, atas permintaan orang tua bayi. (Ist)

TANGERANG – SUDUT PANDANG – Bupati Tangerang, Banten, Moch Maesyal Rasyid mengawal program bedah rumah warga di Desa Campaka, Kecamatan Cisoka yang merupakan penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan langsung dikerjakan.

“Memastikan proses pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” kata Maesyal di Cisoka, Kamis (11/6/2026).

Maesyal menambahkan program RTLH merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, sehat, dan layak.

“Mudah-mudahan program RTLH ini membawa keberkahan, sehat untuk ditempati dan memberikan kenyamanan bagi keluarga yang tinggal di dalamnya,” dia menjelaskan disambut kata amin oleh warga.

BACA JUGA  Sebanyak 339 Penghuni Lapas Kelas I Malang Tak Bisa 'Nyoblos'

Pihaknya bersyukur karena pembangunan rumah tersebut sudah mulai dikerjakan pada hari yang sama sehingga dapat dilihat dan dipantau.

Setelah memantau program RTLH, Maesyal melanjutkan kunjungan ke Desa Solear untuk memenuhi undangan dari keluarga Ny. Eem.

Namun kehadiran Maesyal sebagai bentuk pemenuhan janji yang pernah disampaikannya saat menjenguk Ny. Eem di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Ny. Eem menjalani perawatan dalam kondisi sakit sekaligus sedang mengandung dan berharap Bupati Maesyal berkenan memberikan nama untuk anaknya apabila lahir dengan selamat.

Setelah berdiskusi bersama keluarga, maka ia akhirnya sepakat untuk memberikan nama Melani Khairunnisa Rasyid dan berharap nama tersebut menjadi doa dan harapan baik bagi sang anak di masa depan.

BACA JUGA  Supratman: Pemindahan Napi WNA ke Negara Asal dalam Kajian

Sedangkan kunjungan ke rumah warga itu merupakan bentuk komitmen janji harus ditepati tidak hanya diwujudkan melalui program pembangunan fisik, tetapi juga melalui kedekatan emosional dan kepedulian sosial kepada warga. (WAR)