AS dan Iran Masih Berselisih Soal Isi Kesepakatan, Teheran Minta Komitmen Washington

Avatar photo
Gencatan Senjata Iran dan AS Berlaku Dua Pekan, Negosiasi Damai Dimulai
ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Perbedaan pandangan mengenai isi kesepakatan yang sedang dirundingkan kembali mencuat dalam hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, Iran menegaskan bahwa Washington harus memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati tanpa syarat.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan bahwa AS tidak memiliki alasan untuk menunda pelaksanaan komitmen yang telah disampaikan dalam perundingan kedua negara.

Dilansir melalui unggahan di platform X, Sabtu (13/6/2026), Ghalibaf menyatakan bahwa seluruh komitmen yang telah dibuat harus dilaksanakan tanpa pengecualian.

“Komitmen yang dibuat harus ditepati. Tidak ada syarat, tidak ada alasan, dan tidak ada pengecualian. Untuk mencapai kesepakatan yang sudah di depan mata, tidak ada jalan lain. Anda akan menuai apa yang Anda tanam,” tulisnya.

BACA JUGA  Pemprov DKI Proses Administrasi Pembukaan Trotoar di Kedubes AS

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa rincian kesepakatan yang beredar di media Iran tidak sepenuhnya mencerminkan substansi hasil pembicaraan antara kedua pihak.

Sebelumnya, kantor berita Mehr melaporkan bahwa Iran menuntut sejumlah prasyarat sebelum kembali memasuki perundingan terkait program nuklirnya. Berdasarkan rancangan memorandum penyelesaian konflik yang dikutip media tersebut, Teheran meminta Amerika Serikat memenuhi beberapa tuntutan terlebih dahulu.

Di antara tuntutan itu adalah pembebasan sebagian dana Iran yang selama ini diblokir, penghentian sanksi terhadap ekspor minyak Iran, serta pencabutan blokade maritim yang diberlakukan Washington.

Negosiasi Berlangsung dalam Dua Tahap

Perundingan antara Washington dan Teheran berlangsung di tengah upaya kedua negara meredakan ketegangan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang sedang dibahas tidak hanya mencakup hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga berbagai konflik regional.

BACA JUGA  Update Laporan covid 19 di Kota Bekasi Awal Tahun 2023

Menurut Araghchi, dokumen tersebut akan memuat rencana penghentian konflik di sejumlah wilayah, termasuk Lebanon. Ia juga menyebut pembahasan mengenai Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap Iran menjadi bagian dari agenda yang dimasukkan dalam MoU.

Araghchi menjelaskan bahwa teks kesepahaman tersebut telah mengalami sejumlah perubahan selama proses negosiasi. Ia menambahkan bahwa pembicaraan berlangsung dalam dua tahap, sementara isu program nuklir Iran untuk sementara belum menjadi fokus utama.

“Tuntutan nuklir AS sama sekali tidak dapat diterima oleh kami pada tahap ini,” ujarnya.

Meski demikian, kedua negara disebut telah menyatakan komitmen untuk saling menghormati kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.

BACA JUGA  Presiden As Joe Biden Ucapkan Selamat Berpuasa dan Beribadah Pada Umat Islam

Terkait situasi regional, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap akan mendukung Lebanon apabila kesepakatan nantinya diumumkan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik di berbagai front kawasan Timur Tengah.

“Kami tidak akan pernah meninggalkan Lebanon sendirian,” kata Araghchi.(red)