Stok Rudal AS Menipis Jadi Pertimbangan Trump Tahan Serangan ke Iran

Avatar photo
Donald Trump ditembak. Stok Rudal AS Iran. Pelaku penembak. Tarif. Kesehatan
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Dok. Reuters)

SUDUTPANDANG.ID – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan masih mengedepankan jalur diplomasi dalam merespons ketegangan dengan Iran. Hingga kini, Trump disebut belum mengambil keputusan untuk melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Teheran lantaran khawatir stok rudal AS menipis.

Dilansir dari laporan The New York Times Senin (27/7/2026), menyebutkan sejumlah pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Gedung Putih memilih tidak memperpanjang eskalasi konflik.

Salah satu pertimbangannya adalah kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan dapat menguras persediaan rudal pencegat (interceptor) milik Amerika Serikat.

Menurut para pejabat tersebut, pembahasan di Gedung Putih dalam beberapa waktu terakhir banyak menyoroti menipisnya stok rudal pencegat.

Kekhawatiran itu mengemuka setelah tiga prajurit Amerika Serikat tewas di Yordania akibat serangan rudal Iran yang disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara AS.

BACA JUGA  AS vs Iran: Jet Tempur dan Kapal Induk Disiagakan di Timur Tengah

 

Jenderal Dan Caine mengatakan operasi militer skala penuh terhadap Iran tetap memungkinkan dilakukan.

Namun, langkah tersebut dinilai berpotensi mengurangi secara signifikan persediaan rudal yang dimiliki Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di kawasan Timur Tengah.

Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menegaskan bahwa Trump tetap mengedepankan penyelesaian melalui diplomasi.

Meski demikian, ia mengatakan seluruh opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka apabila Iran melanjutkan aktivitas yang dinilai mengancam keamanan di Selat Hormuz maupun terhadap sekutu Amerika Serikat.

“Sudah menjadi kepentingan Iran untuk mencapai kesepakatan melalui negosiasi. Jika tidak, mereka mengetahui konsekuensinya,” kata Cheung.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya menilai operasi militer besar terhadap Iran belum tentu mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.

BACA JUGA  Keluar Rumah Sakit, Trump Imbau Warga Amerika Tak Takut Corona

Sebaliknya, langkah tersebut dikhawatirkan justru memperkuat solidaritas internal pemerintah Iran dengan menghadirkan ancaman dari luar.

Sementara itu, The Jerusalem Post melaporkan Trump hingga Sabtu belum mengambil keputusan final terkait kemungkinan serangan besar terhadap Iran.

Pemerintah AS disebut masih melanjutkan komunikasi diplomatik dengan Teheran sembari mempertahankan kesiapan militernya.

Sebelumnya, Trump menyatakan seluruh kekuatan militer Amerika Serikat berada dalam kondisi siap apabila diperlukan.

Namun, ia menegaskan penyelesaian melalui negosiasi tetap menjadi pilihan utama pemerintahannya.

Di sisi lain, The New York Post melaporkan Trump juga tengah mengkaji kemungkinan operasi militer untuk menguasai persediaan uranium yang telah diperkaya dari fasilitas nuklir Iran.

Laporan itu menyebut operasi tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah Amerika Serikat.(red)