SUDUTPANDANG.ID – Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, seperti Qatar, Mesir, Pakistan, serta beberapa mediator regional lainnya, mengusulkan gencatan senjata selama 10 hari antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai upaya meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Mengutip laporan Axios pada Senin (20/7), proposal tersebut saat ini sedang dipelajari oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam proses tersebut, Washington juga meminta Israel menahan diri dari tindakan yang berpotensi menggagalkan peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Meski membuka ruang bagi perundingan, pemerintah Amerika Serikat disebut tetap menyiapkan sejumlah langkah kontinjensi apabila upaya diplomatik tidak menghasilkan kesepakatan.
Sementara itu, Israel dilaporkan meningkatkan tingkat kesiagaan militernya. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan meluasnya konflik menjadi operasi militer berskala lebih besar dalam beberapa hari mendatang.
Usulan gencatan senjata AS dan Iran itu tidak hanya mencakup penghentian sementara aksi militer selama 10 hari, tetapi juga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute perdagangan energi paling strategis di dunia.
Selain itu, masa jeda tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan Washington dan Teheran untuk menghidupkan kembali nota kesepahaman yang sebelumnya telah dicapai dalam proses negosiasi.(red)










