Dibantai Jakarta, Malang Janji Bangkit Lebih Kuat!

Pemain All-Stars Malang (jersi biru) dan All-Stars Jakarta (jersi merah) beradu kemampuan dalam laga perempat final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). (Foto: IST/SP)

KUDUS, SUDUTPANDANG.ID – Tim All-Stars Malang bertekad bangkit dan tampil lebih kompetitif pada edisi berikutnya setelah langkah mereka terhenti di babak perempat final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026.

Tim asal Jawa Timur itu harus mengakui keunggulan All-Stars Jakarta dengan skor telak 0-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026).

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan All-Stars Malang pada ajang yang mempertemukan para pemain sepak bola putri terbaik hasil seleksi dari berbagai kota di Indonesia.

Meski gagal melangkah ke semifinal, jajaran pelatih menilai pengalaman tampil di putaran nasional menjadi modal penting bagi perkembangan para pemain muda untuk menghadapi kompetisi pada masa mendatang.

Asisten Pelatih All-Stars Malang, Syamsul Huda, mengatakan timnya memperoleh banyak pelajaran berharga dari persaingan di MLSC All-Stars 2026.

Menurutnya, tim-tim yang tampil di putaran nasional memiliki kualitas permainan dan mental bertanding yang sudah sangat baik sehingga menjadi tolok ukur bagi Malang untuk terus melakukan pembenahan.

“Kami belajar dari tim-tim lain yang di putaran nasional ini sudah siap, baik dari sisi kemampuan maupun mental,” ujar Syamsul Huda usai pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa tim pelatih langsung melakukan evaluasi menyeluruh setelah kekalahan dari Jakarta.

BACA JUGA  Perdana Digelar, MLSC Bekasi Seri I 2025-2026 Dijuarai SDN Pasar Baru 01 dan SDN Padurenan IV

Evaluasi tersebut tidak hanya menyangkut aspek teknis permainan, tetapi juga kesiapan mental para pemain saat menghadapi pertandingan penting.

Syamsul menegaskan seluruh pemain diarahkan agar tidak larut dalam kekecewaan.

Sebaliknya, mereka diminta tetap rendah hati, menjaga semangat, dan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengalaman tampil di MLSC All-Stars menjadi bekal berharga untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Ia optimistis para pemain Malang mampu tampil lebih baik apabila terus mendapatkan pembinaan yang konsisten sejak usia dini.

Selain melakukan evaluasi terhadap tim, Syamsul juga berharap kehadiran MilkLife Soccer Challenge dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola putri di Kota Malang dan Jawa Timur secara umum.

Ia menilai turnamen tersebut mampu membuka peluang lahirnya lebih banyak pemain muda berbakat sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pembinaan sepak bola putri.

Syamsul berharap semakin banyak Sekolah Sepak Bola (SSB) di Malang yang membuka kelas khusus bagi pemain putri sehingga pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, semakin luas kesempatan anak-anak perempuan mengikuti pendidikan sepak bola, maka kualitas pemain yang dihasilkan juga akan semakin baik pada masa mendatang.

Hal senada disampaikan gelandang All-Stars Malang, Adelice Maureen Hanum Faisal.

Meski timnya gagal melangkah ke semifinal, Adelice mengaku tetap termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan setelah merasakan atmosfer kompetisi tingkat nasional.

BACA JUGA  Diding Wahyudin Pimpin Sepak Takraw Jakarta Barat, Siap Cetak Atlet Berprestasi

Ia mengatakan persaingan di MLSC All-Stars memberikan pengalaman yang sangat berharga karena mempertemukan pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah.

Baginya, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk berlatih lebih keras agar mampu tampil lebih baik pada edisi berikutnya.

“Semoga selanjutnya kemampuan kami bisa melampaui teman-teman dari kota lain juga,” ujar Adelice.

Sementara itu, kekalahan Malang membuat Jakarta melaju ke babak semifinal bersama tiga tim lainnya, yakni Kudus, Surabaya, dan Yogyakarta.

Selain Malang, tiga tim yang juga harus mengakhiri perjuangan di babak perempat final adalah Solo, Semarang, dan Tangerang.

Babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026), sedangkan partai final akan digelar sehari kemudian di arena yang sama.

MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 merupakan puncak kompetisi sepak bola putri usia 12 tahun yang mempertemukan pemain-pemain terbaik hasil seleksi dari berbagai seri turnamen sepanjang musim.

Kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut terus menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda.

Pada edisi 2026, format pertandingan berubah dari tujuh lawan tujuh (7 vs 7) menjadi sembilan lawan sembilan (9 vs 9).

BACA JUGA  Juara Baru Lahir di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta & Bandung

Perubahan ini dilakukan agar para pemain lebih siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Durasi pertandingan juga diperpanjang menjadi dua babak masing-masing 20 menit dengan waktu istirahat 10 menit.

Sebelumnya, pertandingan hanya berlangsung selama 2 x 15 menit dengan jeda lima menit.

Selain itu, jumlah pemain dalam setiap tim bertambah dari 14 menjadi 16 pemain yang didampingi empat orang ofisial.

Penyelenggara juga tetap memberikan kesempatan kepada pemain non-MLSC atau pemain bintang tamu untuk memperkuat setiap tim dengan batas maksimal dua pemain yang lahir paling lambat pada 2012 dan masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar.

Melalui pengalaman berkompetisi di MLSC All-Stars 2026, All-Stars Malang berharap mampu kembali dengan persiapan yang lebih matang, kualitas permainan yang meningkat, serta mental bertanding yang lebih kuat untuk bersaing memperebutkan gelar pada edisi berikutnya. (09/AGF).