KUDUS, SUDUTPANDANG.ID — Tim All-Stars Jakarta memastikan langkah ke partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah mengalahkan All-Stars Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 pada laga semifinal di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Gol tunggal kemenangan Jakarta dicetak Aqilla Azahra Putri Yuana pada menit ke-30. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan mengantarkan tim ibu kota melangkah ke perebutan gelar juara.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil hati-hati. Jakarta lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, sementara Yogyakarta mengandalkan permainan cepat melalui serangan balik.
Meski mendominasi penguasaan bola, Jakarta beberapa kali gagal memaksimalkan peluang yang tercipta. Penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang masih harus diperbaiki sebelum tampil di partai final.
Asisten Pelatih All-Stars Jakarta, Sasi Kirana, mengakui para pemain sempat tampil dalam tekanan karena laga semifinal menjadi penentu langkah menuju pertandingan puncak.
“Saat masuk lapangan memang para pemain menunjukkan sikap yang tegang karena ini semifinal yang menentukan nasib mereka,” kata Sasi usai pertandingan.
Menurutnya, ketegangan tersebut cukup memengaruhi permainan tim, terutama pada babak pertama. Meskipun mampu mengendalikan ritme pertandingan, para pemain belum tampil lepas sehingga sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Memasuki jeda pertandingan, tim pelatih memilih tidak melakukan perubahan strategi secara signifikan. Fokus utama justru diarahkan untuk membangkitkan kepercayaan diri para pemain agar tampil lebih tenang.
Sasi mengatakan motivasi yang diberikan lebih banyak menyentuh aspek mental dibandingkan perubahan taktik.
“Sebenarnya motivasi yang saya berikan untuk para pemain tidak begitu banyak, tetapi lebih pada memantik mereka untuk bisa memotivasi diri sendiri,” ujarnya.
Selain itu, beberapa pemain senior di dalam tim juga diminta mengambil peran sebagai pemimpin di lapangan. Mereka diharapkan mampu membantu rekan-rekannya mengatasi tekanan sehingga permainan menjadi lebih stabil.
Pendekatan tersebut terbukti efektif. Jakarta tampil lebih percaya diri pada babak kedua dan mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai.
Sasi mengaku bersyukur timnya berhasil melewati laga semifinal yang tidak mudah. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan final.
Ia menegaskan tim pelatih akan segera melakukan evaluasi terhadap performa para pemain, terutama dalam aspek penyelesaian akhir yang dinilai masih belum maksimal.
Selain pembenahan teknis, persiapan fisik dan mental juga menjadi perhatian utama agar seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik saat bertanding di partai puncak.
“Kami akan mempersiapkan fisik dan mental pemain agar bisa tampil maksimal dan meraih gelar juara,” katanya.
Pada laga final yang akan berlangsung Minggu (28/6/2026), Jakarta akan menghadapi pemenang semifinal lainnya yang mempertemukan tuan rumah Kudus melawan Surabaya.
MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 merupakan puncak rangkaian kompetisi sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation. Ajang ini mempertemukan para pemain terbaik hasil seleksi sepanjang musim kompetisi untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan dibanding edisi sebelumnya. Salah satunya adalah perubahan format pertandingan dari 7 lawan 7 menjadi 9 lawan 9.
Perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas kompetisi sekaligus memberikan pengalaman bermain yang lebih mendekati pertandingan sepak bola profesional.
Selain format pertandingan, durasi permainan juga mengalami penyesuaian. Jika pada edisi sebelumnya pertandingan berlangsung dua babak masing-masing 15 menit, kini durasi ditambah menjadi dua babak masing-masing 20 menit dengan waktu istirahat 10 menit.
Meski demikian, ukuran lapangan tetap menggunakan dimensi 50 x 35 meter dengan ukuran gawang 2 x 5 meter.
Penyelenggara juga meningkatkan jumlah pemain dalam setiap tim. Apabila sebelumnya satu tim diperkuat 14 pemain, kini kuota bertambah menjadi 16 pemain yang didampingi empat ofisial.
Perubahan tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada pemain muda untuk memperoleh pengalaman bertanding pada level kompetitif.
Menariknya, MLSC All-Stars 2026 kembali membuka kesempatan bagi pemain nonpeserta kompetisi reguler sebagai bintang tamu. Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal dua pemain tambahan dengan syarat lahir paling lambat tahun 2012 dan masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar.
Melalui berbagai inovasi tersebut, MilkLife Soccer Challenge All-Stars terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia.
Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda yang kelak mampu memperkuat klub profesional maupun Tim Nasional Indonesia di masa depan. (09/AGF).










