KUDUS, SUDUTPANDANG.ID — Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menilai penyelenggaraan Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 memberikan dampak positif yang luas bagi Kabupaten Kudus.
Selain menjadi ajang pembinaan sepak bola putri usia muda, turnamen tersebut dinilai mampu memperkuat posisi Kudus sebagai destinasi sport tourism, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perhotelan, kuliner, hingga transportasi.
Yoppy menyampaikan penilaian tersebut usai menghadiri penutupan Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, perkembangan kompetisi sepak bola putri yang dibangun Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Hydroplus menunjukkan hasil yang melampaui target awal.
Program yang sebelumnya dimulai melalui berbagai kompetisi usia dini kini berkembang menjadi ekosistem pembinaan yang semakin kuat.
“Saya pikir masa depan untuk sport tourism di Kabupaten Kudus akan semakin maju,” ujar Yoppy.
Ia mengatakan keberhasilan penyelenggaraan HSL All-Stars menjadi bukti bahwa olahraga mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibanding sekadar menghadirkan pertandingan di lapangan.
Selain meningkatkan kualitas kompetisi, kehadiran atlet, ofisial, keluarga pemain, dan penonton dari berbagai daerah turut menciptakan aktivitas ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gerakkan UMKM dan Sektor Pariwisata
Yoppy menjelaskan selama turnamen berlangsung, berbagai sektor usaha mengalami peningkatan aktivitas.
Pelaku UMKM, pengelola hotel, restoran, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang di sekitar arena pertandingan memperoleh manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung yang datang ke Kudus.
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga seperti Hydroplus Soccer League memiliki efek berganda atau multiplier effect terhadap perekonomian daerah.
Peserta yang datang dari berbagai kota umumnya tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk menikmati kuliner khas Kudus serta mengunjungi sejumlah destinasi wisata.
Kondisi tersebut dinilai mampu memperkenalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Antusiasme peserta, pendamping tim, dan masyarakat selama turnamen memberikan dampak yang sangat positif, baik terhadap kualitas kompetisi maupun ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia berharap dampak ekonomi yang tercipta dapat terus meningkat seiring semakin banyaknya event olahraga berskala nasional maupun internasional yang digelar di Kudus.
Bangun Ekosistem Sepak Bola Putri
Yoppy menegaskan Hydroplus Soccer League bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari sistem pembinaan sepak bola putri yang dirancang secara berjenjang.
Program tersebut terhubung dengan berbagai kompetisi lain yang telah dikembangkan Bakti Olahraga Djarum Foundation, mulai dari MilkLife Soccer Challenge, Hydroplus Soccer League, hingga Srikandi Merdeka Cup 2026 yang akan menghadirkan peserta dari berbagai negara.
Menurutnya, keberadaan kompetisi yang berkesinambungan sangat penting untuk memberikan jam terbang kepada para pemain muda.
Dengan semakin banyak pertandingan yang dijalani, kualitas teknik, mental, dan pengalaman bertanding para atlet akan terus meningkat.
“Program ini menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas bagi sepak bola putri Indonesia,” ujarnya.
Ia optimistis model pembinaan tersebut akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan prestasi sepak bola putri nasional pada masa mendatang.
Target Jangkau 15 Kota
Yoppy juga mengungkapkan bahwa cakupan penyelenggaraan Hydroplus Soccer League terus berkembang dari tahun ke tahun.
Saat pertama kali digelar, kompetisi hanya berlangsung di delapan kota. Selanjutnya jumlah tersebut meningkat menjadi sepuluh kota yang tersebar di empat regional, yakni Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Ke depan, Bakti Olahraga Djarum Foundation menargetkan penyelenggaraan Hydroplus Soccer League dapat menjangkau sedikitnya 15 kota.
Langkah tersebut diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi talenta muda sepak bola putri di berbagai daerah untuk mengikuti kompetisi berkualitas.
“Kami ingin semakin banyak pemain muda mendapatkan kesempatan bertanding dan berkembang,” kata Yoppy.
Selain memperluas jumlah kota penyelenggara, pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sponsor maupun mitra strategis.
Bidik Ekspansi ke Luar Pulau Jawa
Dalam pengembangan jangka panjang, Djarum Foundation tidak hanya berfokus pada Pulau Jawa.
Yoppy mengatakan pihaknya tengah membuka peluang untuk memperluas penyelenggaraan Hydroplus Soccer League ke berbagai wilayah lain di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, serta daerah-daerah lain yang memiliki potensi pembinaan sepak bola putri.
Menurutnya, semakin luas jangkauan kompetisi, semakin besar pula peluang menemukan bibit-bibit pemain berbakat dari seluruh Indonesia.
Keberadaan kompetisi yang merata di berbagai daerah diyakini akan mempercepat peningkatan kualitas sepak bola putri nasional.
Selain itu, penyelenggaraan turnamen di berbagai kota juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah sekaligus memperkuat sektor sport tourism.
Yoppy menegaskan bahwa olahraga memiliki kemampuan menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana promosi daerah.
Karena itu, Djarum Foundation berkomitmen terus mengembangkan Hydroplus Soccer League sebagai bagian dari pembinaan atlet muda sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami percaya semakin banyak daerah yang memiliki kompetisi sepak bola putri, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengangkat kualitas sepak bola nasional. Di sisi lain, hal itu juga akan semakin memperkuat citra Kudus sebagai destinasi sport tourism di Indonesia,” pungkasnya. (09/AGF).










