TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Puskesmas Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk yang terbakar.
Kepala UPTD Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, Jumat (10/7/1026) mengatakan tindakan tersebut merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat pencemaran udara.
Reta menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Puskesmas Cisoka dalam memberikan akses pelayanan kesehatan bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah TPA Jatiwaringin.
“Khususnya warga yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap pembakaran sampah,” katanya.
Ia mengatakan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan sekitar TPA.
Bahkan petugas Puskesmas Cisoka mengimbau warga agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika asap pembakaran sampah meningkat, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko penyakit.
Menurut dia, selain penyuluhan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan pelayanan pengobatan umum secara gratis kepada masyarakat.
Meski begitu, berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar keluhan yang dialami warga adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang diduga dipengaruhi oleh paparan asap hasil pembakaran sampah di sekitar TPA.
Petugas kesehatan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien serta edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan agar gejala tidak semakin memburuk.
Padahal sebelumnya, Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatakan dampak kebakaran TPA Jatiwaringin terhadap kesehatan masyarakat, merupakan prioritas utama bahwa sejak hari pertama, Dinas Kesehatan, Camat, dan Puskesmas setempat telah disiagakan 24 jam secara bergiliran pada dua posko utama.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sebanyak 210 warga telah mendapatkan pemeriksaan medis maka ditemukan 72 kasus ISPA ringan yang seluruhnya telah ditangani secara tuntas di tingkat Puskesmas tanpa memerlukan rujukan ke rumah sakit.(WAR)










