Workshop MGMP Prakarya Kota Pasuruan Dorong Transformasi Pembelajaran melalui Pendekatan dan Kecerdasan Artifisial

Mgmp
Workshop MGMP Prakarya Kota Pasuruan Dorong Transformasi Pembelajaran melalui Pendekatan dan Kecerdasan Artifisial (Foto: Pemkot Pasuruan)

PASURUAN, SUDUTPANDANG.ID – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Prakarya SMP Negeri/Swasta Kota Pasuruan menyelenggarakan Workshop Transformasi Pembelajaran Prakarya melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial Berbasis Bahan Ajar Digital pada 20–21 Juli 2026 di UPT SMP Negeri 4 Pasuruan.

Kegiatan ini diikuti oleh guru Prakarya SMP negeri dan swasta se-Kota Pasuruan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital.

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Kabid Tendik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan setelah sebelumnya diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Ketua MGMP Prakarya Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Ketua MGMP Prakarya Kota Pasuruan menyampaikan bahwa guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebijakan pendidikan dan teknologi.

Melalui forum MGMP, para guru diharapkan mampu saling belajar, berbagi praktik baik, serta menghasilkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas belajar peserta didik.

BACA JUGA  Dokter: David Alami Luka Permanen di Saraf Otak

Pada hari pertama, peserta memperoleh penguatan materi mengenai kebijakan Transformasi Pembelajaran Prakarya melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pembelajaran ber kesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Narasumber, Rifatul Fikriya, S.Pd., S.Hum., M.Pd juga memperkenalkan berbagai contoh pemanfaatan AI untuk membantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, bahan ajar digital, asesmen, hingga media pembelajaran yang lebih inovatif.

Antusiasme peserta tampak dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul terkait implementasi pembelajaran mendalam, penggunaan AI secara bijak dalam proses pembelajaran, serta tantangan penerapannya di sekolah.

Diakhir sesi, peserta mendapatkan penugasan untuk menyusun rancangan bahan ajar digital yang akan dikembangkan pada hari kedua.

Hari kedua workshop lebih difokuskan pada kegiatan praktik. Setelah diawali dengan review materi hari pertama, seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun bahan ajar digital berbasis Pembelajaran Mendalam yang terintegrasi dengan Koding dan Kecerdasan Artifisial.

BACA JUGA  KPK Minta Suami Zaskia Gotik Agar Kooperatif dalam Pemeriksaan

Melalui kerja kolaboratif, setiap kelompok merancang perangkat pembelajaran yang relevan dengan karakteristik mata pelajaran Prakarya serta kebutuhan peserta didik.

Hasil praktik kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok untuk memperoleh masukan dan umpan balik dari peserta lain. Beragam ide kreatif dan inovatif ditampilkan, mulai dari pengembangan modul digital, integrasi AI dalam penyusunan aktivitas pembelajaran, hingga pemanfaatan media digital yang mendukung keterampilan abad ke-21.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta
menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berisi komitmen untuk mengimplementasikan hasil workshop di sekolah masing-masing.

Selain itu, forum MGMP juga bersepakat untuk terus melakukan berbagi praktik baik, menyempurnakan bahan ajar digital berdasarkan pengalaman implementasi di kelas, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi pada pertemuan MGMP berikutnya.

Ketua MGMP Prakarya Kota Pasuruan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta selama dua hari pelaksanaan workshop.

BACA JUGA  Plt Bupati Dorong Perekonomian Sidoarjo Lewat Pasar Rakyat

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman guru terhadap kebijakan pembelajaran terbaru, tetapi juga meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran yang lebih bermakna.

Workshop ditutup dengan penyampaian kesimpulan, peneguhan komitmen bersama seluruh peserta, serta sesi foto bersama sebagai simbol semangat kolaborasi MGMP Prakarya Kota Pasuruan dalam mewujudkan transformasi pembelajaran yang inovatif, relevan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik di era digital.(ACZ/04)