FISI Bangga Asian Open Figure Skating Trophy 2026 Pecahkan Rekor

Asian Open Figure Skating Trophy 2026 sukses digelar di Jakarta dengan menghadirkan 146 skater dari 18 negara, menjadikannya edisi terbesar sepanjang penyelenggaraan. (Foto: AGF/09).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan Asian Open Figure Skating Trophy 2026.

Turnamen yang berlangsung di Oasis Centre Arena, AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur 1-5 Agustus 2026, diikuti 146 atlet dari 18 negara, menjadikannya edisi terbesar sejak ajang ini pertama kali digelar.

Ketua Umum Pengurus Pusat FISI, Suzan Herawati, mengungkapkan kebanggaannya karena Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya sukses menggelar kejuaraan serupa pada 2022.

Menurut Suzan, peningkatan jumlah peserta menjadi bukti bahwa Indonesia semakin diperhitungkan sebagai penyelenggara kompetisi seluncur indah bertaraf internasional.

“Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Open Figure Skating Trophy. Tahun ini ada 18 negara yang berpartisipasi dengan total 146 skater yang bertanding,” kata Suzan, Senin (3/8/2026).

Asian Open Figure Skating Trophy 2026 sukses digelar di Jakarta dengan menghadirkan 146 skater dari 18 negara, menjadikannya edisi terbesar sepanjang penyelenggaraan. (Foto: AGF/09).

Ia menjelaskan, semula panitia mencatat sebanyak 154 atlet mendaftar. Namun, beberapa peserta terpaksa mengundurkan diri akibat cedera sehingga jumlah atlet yang tampil menjadi 146 orang.

Tak hanya negara-negara Asia, kejuaraan ini juga menarik perhatian peserta dari kawasan lain, termasuk Amerika, Eropa, Uzbekistan hingga Ekuador. Kehadiran mereka menunjukkan semakin tingginya daya tarik Asian Open Figure Skating Trophy yang digelar di Indonesia.

BACA JUGA  Misi Rebut Puncak Klasemen Liga 1

“Saya tidak menyangka antusiasme peserta begitu besar. Selain negara-negara Asia Tenggara, atlet dari Amerika, Eropa, Uzbekistan hingga Ekuador juga hadir. Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia,” ujarnya.

Pada Asian Open Figure Skating Trophy 2026, Indonesia menurunkan 15 atlet, yang merupakan wakil terbaik dari lima kategori pertandingan.

Suzan menjelaskan setiap negara hanya diperbolehkan mengirimkan tiga atlet terbaik pada masing-masing kategori.

Seluruh peserta merupakan skater yang berhasil menjadi peringkat teratas di negaranya masing-masing.

Kompetisi mempertandingkan lima kategori usia, mulai dari kelompok usia 11 tahun hingga level senior.

“Event ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari setiap negara. Karena itu persaingannya sangat ketat,” jelasnya.

FISI menilai penyelenggaraan tahun ini menjadi pencapaian penting dibanding edisi perdana pada 2022.

Saat Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah, jumlah peserta masih di bawah 100 atlet. Sementara pada 2026, angka tersebut melonjak hampir 50 persen hingga mencapai 146 skater.

Suzan mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa Indonesia dipercaya komunitas seluncur indah internasional sebagai penyelenggara kejuaraan berkualitas.

Bahkan, Presiden Asian Skating Union (ASU) menyebut edisi tahun ini sebagai Asian Open Figure Skating Trophy terbesar yang pernah diselenggarakan.

BACA JUGA  Setelah Firza, Hanif pun Datang

“Kami sangat bangga karena Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan menarik banyak negara untuk datang berkompetisi,” katanya.

Bidik Podium di Tengah Persaingan Ketat
Meski persaingan berlangsung sengit, FISI tetap menargetkan atlet Indonesia mampu meraih prestasi di hadapan publik sendiri.

Suzan mengakui tantangan tidak mudah karena sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Chinese Taipei dikenal sebagai kekuatan utama di cabang olahraga figure skating Asia.
Meski demikian, ia optimistis para atlet Indonesia memiliki peluang untuk memberikan kejutan.

“Saya berharap minimal ada satu kategori yang bisa membawa Indonesia naik podium. Para atlet sudah berjuang maksimal dan kami optimistis mereka mampu memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Terkait kemungkinan Indonesia kembali menjadi tuan rumah pada 2027, Suzan menjelaskan penunjukan penyelenggara dilakukan melalui mekanisme bidding oleh Asian Skating Union.

Keputusan tidak ditentukan secara otomatis meskipun Indonesia sukses menggelar edisi 2026.

Menurutnya, proses pemilihan tuan rumah berikutnya akan dibahas dalam agenda Annual General Meeting (AGM) ASU yang akan berlangsung di India.

“Kami harus mengikuti proses bidding. Nanti ASU yang akan menentukan negara mana yang menjadi tuan rumah Asian Open Figure Skating Trophy 2027,” jelasnya.

BACA JUGA  Garuda Pertiwi Bidik Prestasi di Srikandi Merdeka Cup 2026

Suzan juga menyoroti kualitas arena pertandingan yang digunakan pada kejuaraan kali ini.

Menurutnya, arena di Jakarta Garden City merupakan salah satu gelanggang es berukuran Olympic size yang memenuhi standar internasional sehingga layak menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi dunia.

Ia menilai fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia dipercaya menggelar berbagai event internasional.

“Saat ini inilah arena es terbesar di Indonesia yang memenuhi standar internasional. Beberapa arena lain memang ada, tetapi belum menggunakan ukuran Olympic size,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya jumlah peserta dan kualitas penyelenggaraan, Asian Open Figure Skating Trophy 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penyelenggaraan olahraga musim dingin di kawasan Asia sekaligus mendorong perkembangan olahraga figure skating nasional. (AGF/09).