JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Tb. Lukman Djajadikusuma, mengapresiasi konsistensi Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) dalam menggelar Asian Open Figure Skating Trophy 2026 1-5 Agustus 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan internasional secara rutin menjadi langkah penting untuk mempercepat perkembangan olahraga es di Indonesia sekaligus membuka peluang atlet Merah Putih menembus Olimpiade.

Lukman mengatakan Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi tingkat Asia tersebut.
Kepercayaan itu menunjukkan bahwa Indonesia dinilai mampu menyelenggarakan kompetisi berstandar internasional sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga ice skating di kawasan.
“Hari ini dimulai kejuaraan yang secara konsisten diselenggarakan di Indonesia. Ajang ini diikuti negara-negara Asia dan menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga ice skating di Tanah Air,” kata Lukman di sela pembukaan Asian Open Figure Skating Trophy 2026 di Oasis Centre Arena, AEON Mall Jakarta Garden City, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026)
Menurutnya, meski ice skating tergolong cabang olahraga yang masih relatif baru di Indonesia, perkembangannya menunjukkan tren yang menggembirakan.
Atlet Indonesia kini mulai tampil pada berbagai ajang internasional, termasuk SEA Games dan Asian Winter Games.
KONI Pusat berharap perkembangan tersebut menjadi pijakan bagi lahirnya atlet Indonesia yang mampu bersaing hingga level Olimpiade.
“Harapan kami sejak awal adalah ada atlet Indonesia yang bisa lolos ke Olimpiade. Peluang itu ada pada nomor short track speed skating maupun figure skating, meski saat ini peluang terbesar masih berada di short track speed skating,” ujarnya.
Lukman menilai kehadiran kompetisi internasional seperti Asian Open Figure Skating Trophy sangat penting untuk meningkatkan kualitas atlet nasional.
Dengan sering menghadapi lawan dari berbagai negara, pengalaman bertanding dan mental atlet akan semakin terasah.
“Kami berharap melalui kompetisi seperti ini atlet Indonesia semakin kompetitif dan mampu tampil di panggung internasional,” katanya.
KONI Apresiasi Konsistensi FISI

Lukman mengungkapkan Indonesia bukan pertama kali menjadi tuan rumah Asian Open Figure Skating Trophy.
Selama beberapa tahun terakhir, FISI dinilai konsisten menghadirkan kejuaraan internasional yang mendapat kepercayaan dari federasi Asia.
Atas konsistensi tersebut, KONI Pusat memberikan apresiasi kepada FISI yang terus berupaya mengembangkan olahraga es di Indonesia.
“Kami dari KONI memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Federasi Ice Skating Indonesia yang secara konsisten menyelenggarakan kejuaraan internasional seperti ini,” ucapnya.
Pada edisi 2026, sebanyak 18 negara ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Meski belum seluruh negara Asia berpartisipasi, Lukman menilai jumlah tersebut sudah cukup baik mengingat Asia memiliki sekitar 45 negara anggota dalam kompetisi olahraga musim dingin.
“Delapan belas negara merupakan jumlah yang cukup bagus. Setiap tahun memang penyelenggaraan kejuaraan berpindah-pindah, tetapi Indonesia tetap dipercaya secara konsisten menjadi tuan rumah,” jelasnya.
Ia juga menyebut kehadiran Presiden Ice Skating Asia dalam pembukaan kejuaraan menjadi bukti tingginya kepercayaan terhadap Indonesia sebagai penyelenggara.
Jalan Menuju Olimpiade Tidak Mudah
Lukman mengakui tantangan terbesar atlet Indonesia untuk tampil di Olimpiade adalah proses kualifikasi yang membutuhkan persiapan panjang dan biaya besar.
Menurutnya, ada dua jalur utama menuju Olimpiade, yakni melalui pengumpulan poin dari berbagai kejuaraan internasional atau melalui sistem kualifikasi regional maupun dunia.
“Untuk mengumpulkan poin, atlet harus mengikuti banyak pertandingan di berbagai benua. Hal itu tentu membutuhkan dukungan pendanaan yang tidak sedikit. Selain itu ada juga jalur kualifikasi Asia maupun dunia yang harus diikuti,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap atlet Indonesia dapat memperoleh kesempatan mengikuti lebih banyak turnamen internasional agar peluang lolos ke Olimpiade semakin terbuka.
Arena Berstandar Olimpiade
Terkait pemilihan lokasi pertandingan di Oasis Centre Arena, Lukman menjelaskan keputusan tersebut bukan semata-mata karena lokasi, melainkan karena fasilitas arena yang memenuhi standar internasional.
Menurutnya, arena tersebut memiliki Olympic size ice rink sehingga memenuhi persyaratan penyelenggaraan kompetisi resmi tingkat internasional.
“Yang menjadi pertimbangan adalah ukuran rink atau arena esnya. Di sini tersedia Olympic size rink yang sesuai dengan standar internasional,” katanya.
Target Indonesia Semakin Kompetitif
Lukman menegaskan target utama KONI bukan hanya mengejar medali dalam waktu singkat, tetapi membangun daya saing atlet Indonesia secara berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa pada ajang SEA Games sebelumnya Indonesia sudah mampu meraih tiga medali perak serta beberapa medali perunggu di cabang ice skating. Hasil tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi pada level yang lebih tinggi.
“Harapan kami atlet Indonesia semakin kompetitif. Kami tidak ingin memberikan target yang berlebihan, tetapi capaian di SEA Games menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi. Langkah berikutnya adalah terus meningkatkan kualitas hingga akhirnya mampu menembus Olimpiade,” tutupnya. (AGF/09).










