BOGOR, SUDUTPANDANG.ID – Pelatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman menjadikan pertandingan melawan Kamboja pada laga pembuka Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026 sebagai momentum membangun identitas permainan skuad Garuda.
Selain memburu tiga poin, laga yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2026) pukul 20.30 WIB, dinilai menjadi langkah awal dalam proses pembentukan karakter tim nasional di bawah kepemimpinannya.
Dalam konferensi pers pralaga di Stadion Pakansari, Minggu (26/7/2026), Herdman menegaskan fokus utama tim bukan hanya mengejar hasil akhir, melainkan memastikan fondasi permainan yang selama ini dibangun mulai terlihat di atas lapangan.
Menurutnya, proses membangun tim nasional membutuhkan waktu, konsistensi, dan kepercayaan terhadap metode yang telah diterapkan sejak awal masa persiapan.
“Yang paling penting pada tahap ini adalah kami harus fokus pada diri sendiri. Kami harus percaya pada langkah-langkah yang telah kami lakukan,” ujar Herdman.
Pelatih asal Kanada tersebut menjelaskan, pertandingan melawan Kamboja menjadi kesempatan pertama bagi tim untuk menunjukkan perkembangan setelah menjalani pemusatan latihan intensif di Bali selama kurang lebih satu bulan.
Selama masa latihan tersebut, staf pelatih tidak hanya meningkatkan aspek fisik pemain, tetapi juga menanamkan filosofi permainan, memperkuat organisasi tim, membangun komunikasi antarpemain, serta menciptakan chemistry yang menjadi bagian penting dalam sistem permainan.
Herdman mengakui proses tersebut masih berada pada tahap awal. Namun, ia melihat perkembangan yang ditunjukkan para pemain mengarah ke jalur yang positif.
“Besok adalah pertandingan kedua kami bersama. Fokus kami adalah menjadi lebih kuat bersama dan mengambil langkah pertama. Saya berharap ini menjadi langkah pertama dari banyak langkah berikutnya,” katanya.
Menurut Herdman, identitas permainan menjadi prioritas utama dalam proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Ia ingin skuad Garuda memiliki karakter bermain yang jelas sehingga mampu tampil konsisten menghadapi siapa pun lawannya.
Karena itu, setiap pertandingan akan dimanfaatkan sebagai bagian dari proses penyempurnaan sistem permainan, bukan hanya sekadar mengejar kemenangan sesaat.
Meski demikian, Herdman tetap menyadari bahwa Kamboja bukan lawan yang bisa dianggap ringan. Ia mengungkapkan telah mempelajari permainan calon lawannya, termasuk penampilan Kamboja saat menghadapi Singapura.
Dari hasil analisis tersebut, Herdman menilai Kamboja memiliki organisasi permainan yang rapi, disiplin dalam bertahan, dan mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik.
“Kamboja adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit. Namun, fokus kami tetap pada Timnas Indonesia, identitas permainan kami, koneksi, chemistry, dan semangat tim,” ujarnya.
Ia menambahkan, membangun tim nasional tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap sesi latihan dan pertandingan harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar para pemain semakin memahami sistem yang diterapkan.
Herdman juga menaruh perhatian besar terhadap kondisi fisik pemain. Menurutnya, Piala AFF 2026 berlangsung ketika sebagian besar pemain masih berada dalam masa pramusim bersama klub masing-masing.
Situasi tersebut membuat tim pelatih harus mengatur intensitas latihan dan pertandingan secara cermat agar para pemain tetap berada dalam kondisi terbaik tanpa mengalami risiko cedera.
“Ini adalah proses, langkah demi langkah. Kami ingin menang, tetapi bukan dengan mengorbankan keamanan dan keselamatan pemain. Kami juga harus menghormati klub yang telah melepas para pemain,” tegasnya.
Pendekatan tersebut, lanjut Herdman, menjadi bentuk tanggung jawab PSSI dan tim pelatih kepada klub-klub yang telah memberikan izin kepada para pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Di sisi lain, penjaga gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi siap menghadapi laga pembuka Grup A.
Nadeo mengatakan seluruh materi latihan yang diberikan pelatih telah dipahami oleh para pemain selama pemusatan latihan di Bali.
Persiapan tersebut membuat skuad Garuda semakin percaya diri menghadapi pertandingan perdana.
“Kami sudah membahas semuanya bersama Coach John. Pertandingan pertama pasti tidak mudah, tetapi kami fokus dengan identitas permainan kami sendiri dan siap 100 persen menghadapi Kamboja,” kata Nadeo.
Kiper berpengalaman itu juga menilai pertandingan pembuka selalu memiliki tantangan tersendiri karena menjadi penentu kepercayaan diri tim pada laga-laga berikutnya.
Oleh sebab itu, para pemain bertekad tampil disiplin, menjalankan instruksi pelatih dengan maksimal, serta memanfaatkan setiap peluang untuk mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Timor Leste.
Persaingan di grup ini diprediksi berlangsung ketat sehingga kemenangan pada pertandingan pertama akan menjadi modal penting dalam menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Selain mengincar tiga poin, laga kontra Kamboja juga menjadi ujian awal bagi filosofi permainan yang tengah dibangun John Herdman.
Penampilan skuad Garuda di Stadion Pakansari akan menjadi gambaran sejauh mana perkembangan tim setelah menjalani proses pembentukan selama beberapa pekan terakhir.
Jika mampu menerapkan identitas permainan sesuai rencana sekaligus meraih hasil positif, Timnas Indonesia akan memiliki modal berharga untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala AFF 2026 dan memperkuat optimisme dalam upaya bersaing memperebutkan gelar juara. (09/AGF)










