JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan kontrak pengaturan tuan rumah atau host contract FIFA ASEAN Cup 2026 masih dalam tahap negosiasi dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Erick mengatakan FIFA telah menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut. Namun, pemerintah masih melakukan pembahasan terhadap sejumlah poin dalam kontrak penyelenggaraan sebelum seluruh kesepakatan difinalisasi.
“FIFA sudah menyetujui kita sebagai tuan rumah dan sekarang masih ada sedikit lagi negosiasi mengenai host contract-nya saja, isi-isinya,” kata Erick kepada awak media seusai rapat koordinasi lintas institusi terkait FIFA ASEAN Cup di Jakarta, Senin.
Menurut Erick, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengeluarkan surat jaminan pemerintah atau government guarantee yang langsung disampaikan kepada FIFA.
Surat tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia.
Dengan adanya persetujuan FIFA tersebut, Erick memastikan proses menuju penyelenggaraan turnamen terus berjalan.
Saat ini, pembahasan lebih difokuskan pada sinkronisasi sejumlah ketentuan yang tercantum dalam host contract.
Menpora menjelaskan, isi kontrak penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kesepakatan ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023.
“Jadi tidak banyak berbeda. Cuma ini ada beberapa hal yang mungkin kita mau sinkronisasikan. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan rapat terpadu,” ujar Erick.
Erick memastikan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
Dukungan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyukseskan berbagai ajang olahraga internasional yang berlangsung di Indonesia.
Dukungan pemerintah tidak hanya diberikan untuk penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga diarahkan untuk pengembangan olahraga nasional dalam jangka panjang.
Erick menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memandang olahraga memiliki peran strategis.
Selain menjadi sarana pemersatu masyarakat, olahraga juga dapat menjadi medium untuk memperkenalkan Indonesia dan berbagai hal positif tentang bangsa ke dunia internasional.
“Apalagi FIFA ASEAN ini merupakan brand FIFA, ya. Bukan brand kami, PSSI, ataupun negara. Ini benar-benar program FIFA,” kata Erick.
Menurut Erick, status FIFA ASEAN Cup sebagai ajang resmi dengan membawa nama FIFA membuat penyelenggaraannya memiliki nilai strategis bagi Indonesia.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh persiapan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai institusi terkait.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam kalender sepak bola kawasan. Erick menyebut ajang tersebut sebagai salah satu turnamen besar FIFA setelah Piala Dunia.
Indonesia mendapatkan kesempatan bersejarah untuk menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026.
Pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua divisi, yakni Premier Division yang digelar di Indonesia dan Challenge Division yang berlangsung di Hong Kong.
Premier Division diikuti tim-tim dengan peringkat terbaik di kawasan Asia Tenggara dan sejumlah negara peserta lainnya.
Indonesia berada satu divisi bersama Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Sementara itu, Challenge Division diikuti Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Masing-masing divisi kemudian dibagi ke dalam dua grup. Format kompetisi juga memiliki karakteristik berbeda dibandingkan turnamen sepak bola pada umumnya.
Tim yang menjadi juara grup akan langsung melaju ke partai final. Dengan demikian, tidak terdapat babak semifinal dalam format FIFA ASEAN Cup 2026.
Format tersebut membuat setiap pertandingan fase grup menjadi sangat penting.
Tim peserta dituntut tampil konsisten sejak laga pertama karena kehilangan poin dapat memengaruhi peluang untuk menjadi juara grup dan mendapatkan tiket ke final.
Berdasarkan hasil pengundian FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia tergabung di Grup A Premier Division bersama Malaysia, India, dan Singapura.
Sementara Grup B Premier Division dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.
Untuk Challenge Division, Grup A terdiri atas Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Adapun Grup B dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Dengan komposisi tersebut, persaingan di Premier Division diperkirakan berlangsung ketat.
Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan dari Malaysia dan Singapura, sementara India menjadi lawan lain di Grup A.
Pemerintah bersama pihak terkait kini terus mematangkan persiapan, termasuk penyelesaian host contract dengan FIFA.
Jika seluruh proses negosiasi berjalan sesuai rencana, Indonesia akan menjadi bagian penting dalam sejarah penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai tuan rumah Premier Division. (AGF/09).










