Guru SMPN 4 Pasuruan Bagikan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Guru SMPN 4 Pasuruan Bagikan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Guru SMPN 4 Pasuruan Nurul Mawaridah membagikan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui Program Intel® SFI 2026 di Komunitas Belajar Belbaru Spanpa, Sabtu (15/8/2026). (Foto: istimewa)

PASURUAN-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Guru SMPN 4 Pasuruan, Nurul Mawaridah, M.Pd., membagikan praktik pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran melalui kegiatan Pengimbasan Program Intel® Skills for Innovation (SFI) 2026 di Komunitas Belajar Belbaru Spanpa, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 43 guru dari berbagai mata pelajaran. Melalui pengimbasan ini, para guru diajak mengenal pemanfaatan teknologi sekaligus bertukar pengalaman dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan murid.

Dalam kegiatan tersebut, Nurul membagikan pengalaman mengikuti dan menerapkan Program Intel® Skills for Innovation (SFI), termasuk pemanfaatan Starter Pack sebagai referensi dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran berbasis teknologi.

Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah Flora Forensics. Aktivitas tersebut memadukan kecerdasan artifisial (AI) dan machine learning sederhana dengan pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

BACA JUGA  Ribuan Orang Tandatangani Petisi Online Tolak Permenaker Baru Jaminan Hari Tua

Dalam praktik itu, murid menggunakan Google Teachable Machine untuk mengolah data visual dan mengidentifikasi kondisi daun pandan yang sehat serta daun yang menunjukkan gejala penyakit.

Menurut Nurul, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak harus dimulai dari hal yang kompleks. Persoalan yang dekat dengan kehidupan murid dan potensi lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran berbasis teknologi.

Pendekatan tersebut sekaligus dapat mendorong murid mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, serta mencari solusi atas persoalan yang mereka temui.

Pengimbasan Program Intel® SFI juga tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan aplikasi atau perangkat digital. Para guru didorong memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang membuat murid lebih aktif mengeksplorasi, berkolaborasi, menganalisis, dan menghasilkan solusi.

Pemanfaatan teknologi tetap disesuaikan dengan konteks mata pelajaran dan kebutuhan murid. Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi dapat mendukung pengembangan keterampilan yang dibutuhkan murid pada masa mendatang.

BACA JUGA  Napak Tilas dan Bakti Sosial tandai HUT ke -46 SMPN 4 Pasuruan,

Kegiatan ini sekaligus memperkuat fungsi Komunitas Belajar Belbaru Spanpa sebagai ruang bagi guru SMPN 4 Pasuruan untuk berbagi pengalaman, melakukan refleksi, dan mengembangkan praktik pembelajaran.

Nurul menilai berbagi praktik baik merupakan bagian dari pengembangan profesional guru.

“Inovasi tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kita dapat memulainya dari masalah yang dekat dengan murid, kemudian memanfaatkan teknologi untuk membantu mereka menemukan dan mengembangkan solusinya,” terangnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pengimbasan Program Intel® SFI 2026 diharapkan dapat mendorong guru untuk terus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi secara tepat dan relevan dalam proses pembelajaran.

Kolaborasi melalui Komunitas Belajar Belbaru Spanpa tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, kreatif, dan bermakna bagi murid.(ACZ)