Berita, NTT  

BNPB: Korban Gempa M 7,7 Flores NTT Bertambah Jadi 49 Orang

Avatar photo
BNPB: Korban Gempa M 7,7 Flores NTT Bertambah Jadi 49 Orang
Tim SAR terus bergerak melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap warga NTT terdampak gempa bumi. (Foto: Dok. BNPB)

SUDUTPANDANG.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 49 orang pada hari kedua pascabencana, Minggu (16/8/2026).

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, jumlah tersebut meningkat dari data sementara sehari sebelumnya yang mencatat 47 korban meninggal dunia.

“Per hari ini kalau kemarin kami memotret masih 47 yang meninggal dunia, kemudian sekarang sudah ada 49 yang meninggal dunia,” kata Suharyanto di Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di wilayah Flores. Delapan kabupaten dilaporkan terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.

BACA JUGA  Karyawan Meludah Saat Ditegur Dibebastugaskan PT Pertamina

Memasuki hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere memusatkan operasi di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Kepala SAR Maumere Fatur Rahman mengatakan, pengerahan personel dan peralatan dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang menjadi prioritas pencarian.

“Di hari ini kita fokus pencarian di dua kabupaten yakni Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” kata Fatur saat dihubungi dari Kupang, Minggu.

Pada hari pertama operasi, tim SAR mengevakuasi lima korban di Maumere, Kabupaten Sikka.

Setelah itu, tim bergerak menuju Mbay melalui jalur laut menggunakan KN SAR 250 Punta Dewa untuk melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan.

Tim SAR kemudian memperluas jangkauan pencarian dengan mengerahkan personel dan peralatan utama sejak pukul 06.00 Wita ke sejumlah lokasi yang menjadi prioritas.

BACA JUGA  OC Kaligis: Perkara Pekerja PT WKM Aneh dan Sarat Rekayasa Hukum

Fatur mengatakan, akses menuju beberapa wilayah terdampak yang sebelumnya terhambat akibat longsor mulai dapat dilalui petugas.

Kondisi tersebut memungkinkan operasi dilakukan melalui jalur darat dan laut.

“Sehingga untuk hari kedua personel dikerahkan melalui jalur laut dan jalur darat,” ujarnya.

Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak serta menemukan korban yang kemungkinan masih berada di lokasi bencana.(red)