Marciano Norman Tinjau FIP Silver dan FIP Promises Bali

Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman meninjau pertandingan FIP Silver dan FIP Promises 2026 Seri Bali di Island Sports dan Holywings Padel Club The Luc Bali, Sabtu (15/8/2026). (Foto: istimewa/SP).

BALI, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI Purn Marciano Norman meninjau penyelenggaraan kejuaraan padel internasional FIP Silver dan FIP Promises 2026 Seri Bali yang berlangsung di dua venue, Sabtu (15/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian KONI Pusat terhadap perkembangan olahraga padel di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan.

Marciano meninjau langsung pertandingan atlet muda pada kategori FIP Promises sebelum melanjutkan kunjungan ke pertandingan FIP Silver yang mempertemukan para atlet profesional.

Marciano terlebih dahulu menyambangi Holywings Padel Club The Luc Bali yang menjadi lokasi pertandingan FIP Promises. Di venue tersebut, ia menyaksikan secara langsung persaingan atlet padel usia remaja dan junior.

Setelah itu, Marciano melanjutkan kunjungan ke Island Sports untuk melihat pertandingan FIP Silver yang diikuti atlet profesional kategori dewasa.

Kehadiran dua level kompetisi tersebut dinilai memberikan gambaran mengenai proses pembinaan padel dari kelompok usia muda hingga level profesional.

Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman meninjau pertandingan FIP Silver dan FIP Promises 2026 Seri Bali di Island Sports dan Holywings Padel Club The Luc Bali, Sabtu (15/8/2026). (Foto: istimewa/SP).

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya melihat animo yang tinggi dari penyelenggaraan kejuaraan internasional di Bali ini. Sport Tourism betul-betul terjadi, para peserta bertanding sekaligus menikmati nuansa pariwisata Bali yang tidak perlu dipertanyakan lagi,” kata Marciano.

BACA JUGA  Marciano Optimistis PB PDBI Maju di Bawah Robi Herbawan

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen internasional di Bali memberikan manfaat ganda.

Selain menjadi ajang kompetisi dan peningkatan prestasi atlet, kehadiran peserta dari berbagai negara turut mendukung konsep sport tourism yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan sektor pariwisata.

Marciano juga memberikan apresiasi kepada Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) yang dipimpin Galih Kartasasmita karena mampu membawa kompetisi internasional ke Indonesia.

“Saya mengapresiasi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) yang dipimpin Bapak Galih Kartasasmita karena mampu meyakinkan internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah, banyak sekali negara yang hadir,” sambungnya.

Kejuaraan FIP Silver dan FIP Promises 2026 Seri Bali diikuti atlet dari berbagai negara.

Kontingen padel dari Thailand, Singapura, Jepang, Rusia, Hong Kong, Uzbekistan, Kazakhstan, Mesir, China, Iran, Bahrain, Inggris, Portugal, Estonia, Italia dan Uni Emirat Arab turut ambil bagian.

Selain itu, peserta juga datang dari Paraguay, Venezuela, Taiwan, Brasil, Kuwait, Oman, Slovenia, India, Argentina dan Spanyol.

Kehadiran puluhan negara tersebut memperlihatkan besarnya daya tarik Bali sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional.

“Melalui kejuaraan internasional seperti ini, Indonesia menunjukkan keramahannya,” lanjut Marciano.

Dalam kunjungannya, Marciano juga menyempatkan diri menyaksikan atlet Indonesia yang tampil di FIP Silver, yakni Mike Tanoso dan Bryan Husin.

BACA JUGA  Asian Games 2026, Hoki Putra Indonesia Masuk Grup Berat

Ia memberikan apresiasi terhadap perjuangan para atlet yang berusaha menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan lawan-lawan internasional.

“Apresiasi kepada atlet-atlet Padel Indonesia yang bertanding dengan semangat dan kemampuan terbaiknya. Target kita adalah, belajar dari yang lebih unggul, diikuti evaluasi untuk menjadi yang terdepan di dunia. Semangat kita harus diiringi dengan komitmen dan kerja keras untuk mengharumkan bangsa dan negara,” ujar Marciano.

Menurutnya, kejuaraan internasional menjadi kesempatan penting bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan.

Pertandingan melawan pemain dari berbagai negara dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet dan pelatih untuk mengetahui kekuatan serta kelemahan yang masih perlu diperbaiki.

Perkembangan padel Indonesia juga telah menunjukkan hasil positif di tingkat internasional. Tim Nasional Padel Indonesia berhasil menembus posisi delapan besar pada FIP Asia Cup 2025.

Prestasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa atlet Indonesia memiliki potensi dan daya saing untuk bersaing di level global.

Momentum perkembangan padel semakin penting pada 2026. Cabang olahraga tersebut untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan dalam Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Dengan status tersebut, persiapan atlet menjadi semakin penting. Kejuaraan FIP Silver dan FIP Promises Seri Bali dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembinaan, pengujian serta evaluasi program latihan atlet Indonesia menjelang persaingan di level Asia.

BACA JUGA  Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan Kemenpora

Kategori FIP Promises juga memiliki peran strategis karena memberikan ruang bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman menghadapi pemain dari berbagai negara.

Sementara FIP Silver menjadi panggung bagi atlet profesional untuk menguji kemampuan dan meningkatkan peringkat serta pengalaman internasional.

Penyelenggaraan turnamen di Bali diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kalender kompetisi padel internasional.

Selain membantu meningkatkan prestasi atlet, event tersebut juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menjadi tuan rumah pertandingan olahraga bertaraf internasional.

Bagi KONI Pusat, perkembangan padel menjadi bagian dari dinamika pembinaan olahraga nasional.

Dengan kompetisi yang semakin rutin, pembinaan atlet sejak usia dini, serta evaluasi berkelanjutan, padel Indonesia diharapkan mampu mencetak prestasi lebih tinggi di tingkat internasional. (09/AGF).