JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin mengapresiasi prestasi akademik SMA Islam Al-Azhar 19 Ciracas, yang dinilai mampu mencetak lulusan berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Apresiasi itu disampaikan Munjirin saat membuka kegiatan Alspective 6.0 SMA Islam Al-Azhar 19 Ciracas di Jalan Raya Centex, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026).
Munjirin mengaku terkesan dengan kualitas dan kecerdasan para siswa. Ia juga mengapresiasi tingginya persentase lulusan sekolah tersebut yang diterima di berbagai PTN.
“Saya lihat cukup berkualitas dan cukup baik. Murid-muridnya cerdas semuanya. Menurut laporan pihak sekolah, persentase lulusan yang masuk ke perguruan tinggi negeri juga sangat tinggi,” kata Munjirin.
Selain mengapresiasi prestasi akademik, Munjirin mendorong para siswa turut mendukung program pengelolaan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk kebiasaan positif, termasuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Munjirin berharap siswa Al-Azhar 19 Ciracas dapat menjadi agen perubahan dengan menerapkan kebiasaan memilah sampah, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Anak-anak sekolah selain melaksanakan pemilahan sampah di sekolah, mereka bisa menjadi juru bicara atau duta di rumah masing-masing. Jika semua paham dan mau menjalankan di rumah, saya yakin seluruh wilayah akan terbantu,” ujar Munjirin.
Dalam kegiatan tersebut, Munjirin didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Yan Murdian, Kepala Bagian Umum dan Protokol Nina Permata, Camat Ciracas Panangaran Ritonga, Sekretaris Camat Ciracas Rahma Edwina, Lurah Ciracas Arifin, dan Lurah Kelapa Dua Wetan Priyati.
Alspective 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Siswa
Kepala SMA Islam Al-Azhar 19 Ciracas Tati Ferawati mengatakan pihaknya bangga dapat kembali menggelar Alspective yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Menurut Tati, Alspective 6.0 tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsiswa, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kreativitas, sportivitas, bakat, dan kepercayaan diri peserta didik.
“Saya yakin bahwa untuk sekarang ini, pendidikan kita tidak hanya boleh berorientasi pada akademik, tetapi harus memberi ruang yang banyak untuk membangun kreativitas, sportivitas, bakat, dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Kami, SMA Islam Al-Azhar 19, hadir untuk mengembangkan itu semuanya,” kata Tati.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif kepada para siswa sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan potensi dan kemampuan mereka di luar bidang akademik.(Paulina/01)











