JOMBANG-JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Pembina alumni Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Ulama (PCINU) Internasional Muhammad M Mujab mengemukakan bahwa “kemeriahan” kerja sama nota kesepahaman (MoU) antara sejumlah perguruan tinggi NU dengan Universitas Indonesia (UI) hendaknya jangan hanya di foto-foto saja, namun implementasinya harus nyata.
“Kalau sudah dilakukan MoU antaralembaga, maka perlu ada lembaga di bawah itu yang mesti mampu untuk mewujudkan dalam implementasinya,” katanya dalam diskusi kelompok terpumpun/DKT (Focus Group Discussion/FGD) pada “Halaqoh Pendidikan Tinggi NU: Peran Alumni & PCINU Internasional Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi & Pengembangan Ekosistem Industri Halal di Indonesia”, di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jatim, Sabtu (29/8/2026) yang digelar pararel dengan Muktamar NU ke-35.
“Dan yang paling penting, permasalahan anggaran atau dananya dari mana?,” tambahnya menegaskan dalam DKT yang menghadirkan narasumber sejumlah rektor dari beberapa perguruan tinggi NU (PTNU) dan beberapa dekan dari Universitas Indonesia (UI).
Sebelumnya, pada Jumat (28/8), lima PT yang menjalin kerja sama dengan UI yakni Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Jombang, Universitas Nurul Jadid Probolinggo, Sekolah Tinggi Khuliyatul Qur’an Al-Hikam Depok, Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto, dan STAINU Assalafie Babakan Cirebon.
Penandatanganan MoU berlangsung melibatkan Rektor UI Prof Dr Ir Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, jajaran dekan-dekan UI, serta wakil Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Muhammad M Mujab juga menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui dalam ilmu psikologi, saat ini sangat beragam, usai pemaparan Dekan Fakultas Psikologi UI, Dicky C Pelupessy, S.Psi, M.D.S, Ph.D, yang menjelaskan tentang bahwa dalam Program Magister Terapan ada peminatan tentang Psikologi Adiksi.
Dekan Psikologi UI memaparkan bahwa dalam Psikologi Umum, adiksi itu lebih dipahami hanya sebatas korban narkoba, namun kini berkembang seperti trauma akibat permainan (game).
Juga ada peminatan psikologi sumberdaya manusia (SDM), psikologi anak usia dini, psikologi intervensi sosial, psikologi olahraga — yang hanya satu-satunya di Indonesia — serta Psikologi Trauma dan Bencana.
Kyai Mujab — panggilan karib Muhammad M Mujab — memberi contoh saat menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Sudan beberapa waktu silam, meski sudah ada sinyal dari Wapres dan Menteri Pendidikan, namun pasca-MoU kendala-kendala terkat anggaran itu.
“Dan kala itu,pertanyaan (soal dana dan anggaran) pertanyaan itu langsung dijawab pemerintah Sudan, ‘kami yang akan mendanainya’,” katanya memberi rujukan bahwa kasus itu bisa menjadi referensi dalam MoU PTNU dengan UI ini.
Ia menambahkan bahwa PTNU perlu ada penjelasan dari UI tentang bagaimana membuat MoU yang tepat, dan kalau perlu ada kunjungan balasan ke UI.
“Mungkin UI perlu usai implementasi MoU, lalu ada pendampingan-pendampingan selanjutnya. Universitas-Universitas NU bisa dijadikan anak-anak asuh UI,” katanya.
“Harapan kami PCI NU Internasional, khususnya bagi teman-teman yang masih aktif dan sudah pulang studi dari luar negeri ke Tana Air, selanjutnya bisa memberikan terobosan apa selanjutnya,” tambahnya.
“Islam Excellence”
Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB) UI, Yulianti Abbas, SE, M.E, Ph.D dalam paparannya memberikan gambaran yang disebutnya “Islam Excellence”.
“Selama 10 tahun terakhir, kami membuka program dengan kurikulum berbasis Islam. Kami menyebut dengan ekosistem ‘Islamic Excellence’ itu,” katanya.
Di antaranya adalah Prodi Bisnis Islam dan Ekonomi Iislam.
Ia menyatakan bahwa dalam ekosistem “Islamic Bisnis” sebenarnya ada di Indonesia, karena selama ini terkesan hanya di Malaysia.
“Semua program di Prodi Bisnis Islam dan Ekonomi Islam di FEB UI, sudah masuk dalam akreditasi unggul kami, baik nasional, ASEAN dan internasioanal,” katanya.
Dalam perkembangannya, pihaknya juga tentang industri halal di mana sebelumnya hanya halal marketing, melalui Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI, demikian Yulianti Abbas.
DKT itu juga diisi dengan pemaparan lainnya, yakni Rektor Universitas Wahab
Chasbullah, Jombang, Prof Dr Ir H Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., Rektor STKQ Alhikam Depok, Jawa Barat, Subur Wijaya, M.Pd.i, Rektor Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, Jatim, Dr KH Najiburrahman, M.A., M.Pd, dan Rektor Universitas Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jatim, Dr KH Mauhibur Rokhman, Le. M.lRKH .
Sementara sejumlah dekan dari UI lainnya, yakni Dekan FMIPA UI, Prof Dr Tito Latif Indra, S.SI, M.Si, Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB) UI, Prof Dr Supriatna, MT dan Dr Ima Mayasari, S.H, M.H dari Biro Legislasi dan Layanan Hukum (BLLH) UI. (red/02)











