JAKARTA-SUDUTPANDANG.ID – Menyambut HUT ke-11 media Sudut Pandang, dukungan terhadap media ini kian bertambah dengan adanya dukungan lembaga konservasi “ex-situ” (di luar habitat alami) Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, lembaga konservasi “ex-situ” Aviary Park Indonesia, yang juga merupakan taman konservasi burung dan kupu-kupu serta PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk yang menjadi sponsorship.
“Syukur Alhamdulillah, dukungan dan kepercayaan kepada kami kian bertambah. Terima kasih kepada pimpinan Taman Safari Indonesia, Aviary Park Indonesia dan Indocement, yang pada HUT ke-11 ini terus membantu menjadi sponsorship pada kegiatan seminar dan pemberian award kepada sejumlah pihak,” kata Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Sudut Pandang dan portal berita sudutpandang.id, Dra Umi Sjarifah, SH di Jakarta, Rabu (1/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa pada usia k-11 atau lebih dari satu dekade ini, pihaknya menggelar Diskusi Nasional dan Pemberian Award yang akan dilaksanakan di Luminor Hotel, Jalan Pecenongan 35, Jakarta Pusat pada Kamis (3/8) nanti.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan tantangan disrupsi digitaI, kata dia, kepercayaan publik menjadi aset yang paIing berharga bagi industri media.
Oleh karena itu, memasuki usia ke-11 tahun, Media Sudut Pandang mengusung tema: “11 Tahun Menyatukan Pandangan, Mengokohkan Persatuan Bangsa”.
Tema ini mencerminkan peran Media Sudut Pandang untuk menghadirkan ruang yang mempertemukan beragam perspektif, mendorong dialog yang konstruktif, serta memperkuat persatuan melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemberian Award
Untuk pertama kalinya, pada HUT ke-11 ini, dilaksanakan “Sudut Pandang Award 2026”, yang merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh dan institusi yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, kepemimpinan, serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan bangsa, penegakan hukum, pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, keamanan nasional dan kemajuan jurnalistik.
“Penghargaan ini akan diberikan kepada tokoh-tokoh terpilih di berbagai bidang, meliputi bidang hukum, ekonomi dan bisnis, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, mitra internasional dan insan pers, yang dipilih berdasarkan rekam jejak dan integritas, yang kami nilai telah memberikan kontribusi serta dampak positif bagi pembangunan bangsa,” kata Umi Sjarifah.
Dalam lintasan sejarah, Majalah Sudut Pandang di bawah naungan PT Majalah Sudut Pandang, kini telah melewati satu dekade perjalanan.
Majalah Sudut Pandang hadir sebagai ruang untuk menyuarakan cerita yang sering luput dari perhatian media arus utama, terutama dalam ranah hukum.
Dari majalah cetak, pengelola terus berinovasi dengan meluncurkan platform digital berupa portal berita sudutpandang.id, yang bersama majalah cetak telah resmi terverifikasi dan tersertifikasi oleh Dewan Pers dengan Nomor: 928/DP-Verifikasi/K/XII/2021.
“Ini menjadi bukti komitmen kami terhadap profesionalisme, integritas, dan etika jurnalistik,” katanya.
“Semangat jurnalisme jangan pernah padam. Saya percaya bahwa media yang berani dan jujur adalah pondasi penting dalam memperjuangkan keadilan di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi teknologi,” tambahnya.
Lebih dari satu dekade menjaga perjalanan Sudut Pandang bukan hanya tentang bertahan, tapi juga tentang terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi pada ruang publik yang sehat dan bermakna.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim Sudut Pandang yang berdedikasi, serta para pembaca dan mitra yang setia bersama dan telah menjadi inspirasi.
Jadi Referensi
Media ini diterbitkan di Jakarta pada 17 Agustus 2015 oleh beberapa praktisi media. Awalnya berupa majalah yang terbit bulanan. Seiring berjalannya waktu, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, masih dalam naungan PT Majalah Sudut Pandang, kemudian diterbitkan media daring (online), yakni portal berita sudutpandang.id.
Tidak sekadar melengkapi eksistensi majalah, media siber yang telah terdeteksi Google News ini hadir sebagai sumber informasi yang kredibel, tepercaya, dan menjadi rujukan masyarakat.
Berbekal semangat kemerdekaan, media Sudut Pandang hadir dan terlahir dari jerih payah serta perjuangan tanpa lelah. Suka dan duka dengan berbagai dinamika selama sembilan tahun terlewati.
Majalah Sudut Pandang setiap bulannya tersebar di instansi pemerintah, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, perguruan tinggi dan kalangan praktisi hukum.
Begitu juga dengan sdutpandang.id. Media siber ini telah bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan menjadi ruang bagi mahasiswa dan praktisi hukum untuk mengemukakan pandangannya tentang berbagai hal aktual yang menyangkut kepentingan publik.
Media ini juga melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam pelatihan jurnalistik dan komunikasi.
Sesuai tagline “Menyajikan Berita dengan Santun”, Sudut Pandang hadir untuk mengedukasi, mencerahkan, dan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Mayoritas wartawannya telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk melegitimasi jurnalis yang kompeten sesuai regulasi Dewan Pers.
Para awak media Sudut Pandang mayoritas tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Media ini diisi sumber daya manusia mumpuni dalam menjalankan tugas jurnalistik di bawah komando Dewan Redaksi, Aat Surya Safaat, wartawan senior yang pernah bertugas sebagai Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di New York.
Selain itu Aat juga pernah menjadi Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, dan sejak beberapa tahun terakhir mendapat amanah sebagai Asesor Uji Kompetensi Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (UKW PWI), juga dipercaya duduk di Tim Monev Akselerasi Pengembangan KEK Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Media ini dari sisi redaksi pemberitaan dipimpin oleh Umi Sjarifah sebagai Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab. Wartawati penerima Press Card Number One (PCNO) itu selalu menjaga Kode Etik Jurnalistik dalam pemberitaan.
Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas pencapaian selama ini. Namun, kesemuanya tak lantas membuat segenap personel Sudut Pandang jemawa.
Langkah masih panjang. Sudut Pandang terus berbenah diri dengan memperluas jaringan yang kini sudah hadir di 12 provinsi.(Red/02)











