Berkontribusi Bagi Konservasi Badak Jawa-Sumatera, Pelajar Galang Dana di Sekolah

Badak
Ketua Pengurus Yayasan Badak Indonesia (YABI), Drs Jansen Manangsang, M.Sc (dua dari kiri) menerima donasi yang digalang Justin Matteo Manansang (kiri), pelajar Jakarta Intercultural School (JIS). Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan kontribusi tersebut, pada Selasa (2/8/2026) telah dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan kepada pelajar yang berinisiatif melakukan penggalangan dana itu di Kantor Pusat Taman Safari Indonesia (TSI) Jakarta. FOTO: HO-TSI

BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Aksi penggalangan dana di sekolah masing-masing untuk mendukung upaya konservasi badak di Indonesia, yakni badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dilakukan sejumlah pelajar di Jakarta.

“Keberlangsungan program konservasi tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, inisiatif tersebut menjadi contoh bahwa kontribusi terhadap konservasi dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan generasi muda,” kata Ketua Pengurus Yayasan Badak Indonesia (YABI), Drs Jansen Manangsang, M.Sc dalam taklimat media yang diterima sudutpandang.id di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/8/2026).

Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan kontribusi tersebut, pada Selasa (2/8) telah dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan kepada Spencer Caleb Manansang, Justin Matteo Manansang dan Aaron James Manansang, tiga pelajar yang berinisiatif melakukan penggalangan dana itu di Kantor Pusat Taman Safari Indonesia (TSI) Jakarta.

Ketiga pelajar itu, yakni Spencer Caleb Manansang dan Justin Matteo Manansang, siswa Jakarta Intercultural School (JIS), serta Aaron James Manansang, siswa British School Jakarta (BSJ).

Mereka sebelumnya melakukan aksi penggalangan dana di sekolah masing-masing untuk mendukung upaya konservasi badak di Indonesia.

BACA JUGA  Camat Kota Kisaran Timur Ikut Resmikan Masjid Al-Falah Sentang

“Kepedulian terhadap kelestarian satwa liar dapat tumbuh sejak usia dini,” kata Jansen Manansang, yang juka kakek dari tiga pelajar itu.

Ia menjelaskan bahwa saat ini, terdapat 5 jenis badak yang masih hidup di dunia. Indonesia menjadi rumah bagi dua di antaranya, yaitu badak jawa dan badak sumatera di mana kedua spesies tersebut menghadapi ancaman kepunahan dan berstatus kritis (Critically Endangered) atau menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar berdasarkan Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) Red List.

Daftar Merah IUCN adalah daftar inventaris global yang mencatat status konservasi dan tingkat risiko kepunahan berbagai spesies hewan, tumbuhan, dan jamur di dunia

YABI merupakan salah satu lembaga nirlaba yang terus melakukan berbagai upaya pelestarian badak jawa dan badak sumatera.

Salah satu program YABI yaitu pengembangbiakkan badak sumatera di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS), Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Program tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan konservasi badak sumatera.

BACA JUGA  Wabup Asahan Salurkan Bantuan ke Korban Bencana di Aceh

Berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung keberlangsungan badak sumatera, termasuk pengelolaan dan perawatan badak, pemantauan, penelitian, serta upaya pengembangbiakan dalam rangka memperbanyak populasi.

Ia kembali menyatakan keberlangsungan program konservasi tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, inisiatif tersebut menjadi contoh bahwa kontribusi terhadap konservasi dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan generasi muda.

Jansen Manansang sebagai Ketua Pengurus YABI, turut memberikan ruang dan dukungan kepada ketiga cucunya untuk belajar mengenal konservasi sekaligus mengambil bagian dalam aksi nyata bagi kelestarian badak di Indonesia.

Dukungan penuh dari para ibu mereka, yakni Audrey dan Ibu Siska juga menjadi bagian penting yang mendorong anak-anaknya untuk terus melakukan hal positif bagi lingkungan.

Orang itu mereka senantiasa memberikan dorongan dan dukungan kepada putra-putra mereka untuk terlibat aktif serta memberikan kontribusi positif bagi konservasi.
Aksi ini menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya tentang apa yang dilakukan oleh para ahli, pemerintah, maupun organisasi konservasi.

Generasi muda juga dapat menjadi bagian dari gerakan pelestarian alam melalui kepedulian, kreativitas, dan aksi nyata di lingkungannya masing-masing.

BACA JUGA  Pendekatan Komunitas Jadi Kunci Redam Tawuran dan Bullying di Kalangan Pelajar

Penyerahan piagam penghargaan ini diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan diharapkan dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk melakukan hal serupa.

Dari sekolah, keluarga, dan kepedulian anak-anak muda, dukungan bagi konservasi dapat tumbuh menjadi gerakan bersama. Karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti bagi masa depan badak dan keanekaragaman hayati Indonesia, demikian Jansen Manansang. (Red/02)