Abah Anton Charliyan Dorong Penguatan Investasi Tiongkok di Jawa Barat

Avatar photo
Abah Anton Charliyan Dorong Penguatan Investasi Tiongkok di Jawa Barat
Ketua Umum Majelis Adat Sunda (Masda) Irjen Pol (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., atau Abah Anton saat menjadi pembicara dalam peringatan 10 tahun International Business Perhimpunan Pengusaha Jiangxi Kamar Dagang Tiongkok Indonesia yang digelar di Jakarta, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Dok. Humas Masda Jabar)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Majelis Adat Sunda (Masda) Irjen Pol (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., atau Abah Anton, mendorong penguatan investasi pengusaha Tiongkok di Jawa Barat melalui kerja sama di berbagai sektor ekonomi.

Hal itu disampaikan Abah Anton saat menjadi pembicara dalam peringatan 10 tahun International Business Perhimpunan Pengusaha Jiangxi Kamar Dagang Tiongkok Indonesia yang digelar di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Mayjen TNI (Purn.) Dr. (HC) Herwin Suparjo, Ketua Bidang Hukum Masda Jabar Anita Fitria, S.H., M.H., Ketua Umum Jiangxi Indonesia Hong Yongnian, serta perwakilan Jiangxi dari sejumlah kawasan, termasuk Asia Tenggara, Jepang, Eropa dan Amerika.

Dalam paparannya, Anton menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kerja sama investasi, terutama di sektor industri, pariwisata, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Ia menjelaskan, masyarakat Sunda tidak hanya berada di Jawa Barat, tetapi juga tersebar di Banten, sebagian wilayah DKI Jakarta, dan berbagai daerah lain di Indonesia.

BACA JUGA  Peringati HKN, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Bidang Kesehatan

Menurut Abah Anton, Jawa Barat merupakan salah satu wilayah penting bagi sektor industri di Indonesia. Ia menyebut Bekasi dan Karawang sebagai daerah yang memiliki konsentrasi kawasan industri.

Selain sektor industri, ia juga menyoroti pengembangan Rebana Metropolitan (Cirebon-Patimban-Kertajati) di wilayah utara Jawa Barat. Kawasan tersebut mencakup sejumlah daerah, antara lain Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Subang, Majalengka dan Sumedang.

“Jawa Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dalam sektor industri maupun sektor lainnya. Kawasan Rebana diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi para investor,” ujarnya.

Anton juga menyampaikan mengenai target investasi dan penyerapan tenaga kerja dalam pengembangan kawasan tersebut. Namun, angka yang disampaikan dalam forum tersebut belum dikonfirmasi kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Selain industri, ia menyebut sektor pariwisata sebagai salah satu bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan di Jawa Barat. Kondisi alam yang beragam, termasuk kawasan pegunungan, menjadi salah satu potensi yang disampaikan dalam paparannya.

BACA JUGA  Hentikan Provokasi Militer Tiongkok Terhadap Taiwan

Sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi perhatian, khususnya pengembangan komoditas kopi, teh, dan sayuran. Sementara itu, sektor perikanan disebut dapat menjadi bagian dari peluang kerja sama ekonomi.

Abah Anton berharap kehadiran pengusaha Jiangxi di Indonesia dapat memberikan manfaat bagi perekonomian nasional, termasuk masyarakat di Jawa Barat.

“Diharapkan dengan adanya Jiangxi di Indonesia betul-betul bisa membawa kesejahteraan yang nyata bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sunda dan Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Bamsoet berharap investasi pengusaha Jiangxi dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kami berharap para pengusaha Jiangxi dengan investasinya bisa ikut membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia secara nyata,” ujar Bambang.

Ketua Jiangxi Indonesia Hong Yongnian menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi dan mengembangkan investasi di Indonesia.

Kendati demikian, Hong berharap pemerintah memberikan dukungan berupa keamanan dan kepastian hukum bagi para investor, khususnya pengusaha yang akan menanamkan modal di Jawa Barat.

BACA JUGA  Ketika Budaya Sunda Merasa Asing di Tanahnya Sendiri

Menurutnya, keamanan dan kepastian hukum merupakan faktor penting bagi keberlanjutan investasi serta memberikan kepastian bagi pengusaha yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.

“Kami akan terus berkontribusi dan berinvestasi di Indonesia. Namun, kami memohon dukungan nyata dari pemerintah Indonesia, khususnya Jawa Barat, dalam bidang keamanan dan kepastian hukum,” kata Hong Yongnian.(red)