Pencarian KM Arupadhatu I Dihentikan, Erick Thohir Sampaikan Doa

Menpora Erick Thohir menyampaikan empati dan doa kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan Gunung Anak Krakatau. (Foto: Kemenpora/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan empati dan doa kepada keluarga lima jurnalis serta tiga awak kapal KM Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick menyusul keputusan Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian setelah berlangsung selama 10 hari.

Selama operasi, pencarian dilakukan melalui jalur laut, udara, dan darat, tetapi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Erick mengatakan penghentian operasi pencarian bukan keputusan yang mudah, khususnya bagi keluarga yang selama 10 hari menunggu kabar dan berharap anggota keluarga mereka dapat ditemukan.

“Setelah sepuluh hari pencarian, tentu keputusan ini bukan sesuatu yang mudah bagi siapa pun, terutama bagi keluarga yang sejak awal terus menunggu kabar dan berharap orang-orang yang mereka cintai dapat kembali,” ujar Erick.

Atas nama pribadi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Erick menyampaikan penghormatan, doa, dan empati kepada keluarga para jurnalis serta awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Kami memahami bahwa sampai hari ini masih ada harapan dan doa yang terus dipanjatkan,” katanya.

BACA JUGA  Pengangkatan Abdee 'Slank' Jadi Komisaris PT Telkom Menuai Kritik

Menurut Erick, penghentian operasi pencarian sesuai prosedur tidak berarti perhatian terhadap keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut berakhir.

Ia berharap pemantauan di wilayah perairan Selat Sunda tetap dilakukan sehingga informasi baru dapat segera ditindaklanjuti.

“Pencarian memang dihentikan sesuai prosedur, tetapi doa dan harapan kita tidak boleh berhenti. Kita berharap pemantauan tetap dilakukan dan apabila ada informasi atau petunjuk baru, tentu dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” tutur Erick.

Ia mengatakan seluruh pihak masih berharap adanya kabar baik mengenai keberadaan para jurnalis dan awak kapal tersebut.

Kasus hilang kontak KM Arupadhatu I menjadi perhatian karena kapal tersebut membawa jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Para jurnalis berada di kapal bersama tiga awak ketika kapal dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Selat Sunda.

Lima jurnalis yang berada di kapal tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara itu, tiga awak kapal yang ikut dalam perjalanan tersebut adalah Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

BACA JUGA  Menpora Minta PB Padel Susun Road Map Prestasi hingga Olimpiade

KM Arupadhatu I dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 ketika dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian dengan menyisir sejumlah wilayah melalui jalur laut, udara, dan darat.

Setelah pencarian berlangsung selama 10 hari dan belum menemukan keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya, operasi pencarian akhirnya dihentikan sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan.

Erick juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut dia, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk ketika menjalankan peliputan di wilayah dengan risiko keselamatan tinggi.

“Jurnalis menjalankan tugas penting untuk masyarakat. Mereka pergi membawa tanggung jawab untuk menghadirkan informasi kepada publik. Keselamatan mereka juga menjadi tanggung jawab dan perhatian kita bersama,” ujarnya.

Selain menyampaikan empati kepada keluarga korban, Erick memberikan penghargaan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

Apresiasi diberikan kepada Tim SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pihak yang selama 10 hari ikut membantu proses pencarian.

BACA JUGA  Menpora dan BPKP Perkuat Tata Kelola Transparan di Kemenpora

“Saya mengapresiasi seluruh tim SAR, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak yang selama sepuluh hari telah berupaya mencari dan memberikan dukungan. Dedikasi dan kerja keras mereka patut kita hargai,” kata Erick.

Erick menegaskan keputusan penghentian operasi pencarian perlu dihormati sebagai bagian dari prosedur operasi pencarian dan pertolongan.

Namun, ruang untuk tindak lanjut tetap terbuka apabila kemudian ditemukan informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan KM Arupadhatu I dan delapan orang di dalamnya.

Menpora Erick kembali mendoakan agar keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal diberikan ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut.

“Semoga Allah memberikan kekuatan kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal. Kita semua masih berharap ada kabar baik dan petunjuk yang dapat membawa mereka kembali kepada keluarga,” pungkas Erick. (AGF/09).