Sekjen FIFA Bicara Masa Depan FIFA ASEAN Cup 2026

Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom menyebut kesuksesan edisi perdana menjadi prioritas sebelum membahas kelanjutan FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen tersebut. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom menyebut FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai langkah awal penyelenggaraan kompetisi baru di kawasan Asia Tenggara. FIFA kini memprioritaskan kesuksesan edisi perdana sebelum menentukan masa depan turnamen tersebut.

Mattias menyampaikan hal itu menjelang pertandingan Timnas Indonesia melawan Singapura. Ia menilai Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurut Mattias, FIFA saat ini belum ingin terburu-buru membahas keberlanjutan turnamen. Fokus utama organisasi sepak bola dunia tersebut adalah memastikan seluruh rangkaian kompetisi perdana dapat berjalan dengan baik.

“Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakan turnamen ini. Jadi, saya pikir untuk saat ini kami akan fokus terlebih dahulu pada turnamen ini. Namun, saya berharap turnamen ini bisa meraih kesuksesan besar,” kata Mattias sebelum menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura.

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kompetisi baru yang mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Penyelenggaraan turnamen ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi regional dengan dukungan FIFA.

BACA JUGA  Hajar Montpellier, PSG Pesta Gol di Kandang

Mattias mengatakan kesuksesan edisi perdana akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan langkah selanjutnya. Karena itu, FIFA bersama pihak-pihak terkait akan melakukan evaluasi setelah turnamen berlangsung.

Ia juga membuka kemungkinan FIFA ASEAN Cup kembali digelar pada empat tahun mendatang. Namun, rencana tersebut belum menjadi keputusan final karena masih membutuhkan pembahasan bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan kalender sepak bola internasional dan regional.

“Kami juga sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menggelar edisi berikutnya dalam empat tahun mendatang. Tentu saja, ini merupakan kerja sama antara kami, asosiasi-asosiasi anggota, AFC, dan FIFA untuk menentukan kalender yang terbaik,” ujar Mattias.

Menurut dia, penentuan jadwal kompetisi menjadi salah satu aspek penting yang harus dibicarakan secara bersama-sama. Hal itu berkaitan dengan kepadatan agenda pertandingan yang melibatkan tim nasional maupun klub di tingkat regional dan internasional.

Karena itu, FIFA tidak hanya mempertimbangkan keinginan untuk kembali menggelar FIFA ASEAN Cup, tetapi juga harus memastikan turnamen tersebut dapat ditempatkan dalam kalender yang memungkinkan bagi seluruh asosiasi anggota.

BACA JUGA  Mesir Protes ke FIFA usai Kalah Dramatis dari Argentina

Pembahasan mengenai masa depan turnamen juga akan melibatkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), asosiasi anggota di kawasan Asia Tenggara, serta FIFA. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mencari waktu penyelenggaraan yang tidak berbenturan dengan agenda sepak bola lainnya.

Meski kemungkinan edisi berikutnya mulai dipertimbangkan, Mattias kembali menegaskan bahwa keberhasilan turnamen perdana tetap menjadi prioritas FIFA saat ini.

“Namun, yang terpenting saat ini adalah memastikan edisi perdana ini bisa berlangsung sukses,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa FIFA masih memberikan perhatian utama terhadap pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026. Evaluasi terhadap penyelenggaraan edisi perdana nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan format dan keberlanjutan kompetisi pada masa mendatang.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kesiapan sebagai tuan rumah kompetisi sepak bola internasional. Dukungan penonton, kesiapan stadion, serta kelancaran pertandingan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan turnamen.

Pertandingan Timnas Indonesia melawan Singapura menjadi salah satu laga yang mendapat perhatian dalam edisi perdana tersebut. Kehadiran Sekjen FIFA Mattias Grafstrom turut menandai perhatian FIFA terhadap penyelenggaraan kompetisi di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA  Australia Waspadai Joey Pelupessy, Gelandang Bertahan Timnas

Dengan turnamen yang masih memasuki edisi pertama, FIFA memilih untuk menempatkan keberhasilan penyelenggaraan sebagai prioritas. Adapun keputusan mengenai kelanjutan FIFA ASEAN Cup, termasuk kemungkinan kembali digelar empat tahun mendatang, masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama FIFA, AFC, dan asosiasi anggota.

Jika edisi perdana berjalan sesuai harapan, hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan pembicaraan untuk menentukan arah kompetisi selanjutnya.

Namun, untuk saat ini, FIFA menegaskan fokusnya adalah memastikan FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung sukses. (09/AGF).