PESTI Evaluasi Soft Tennis Usai Asian Games 2026

Ketua Umum PP PESTI Awal Chairuddin bersama tim soft tennis Indonesia dalam acara syukuran dan penutupan Pelatnas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jakarta, Jumat (2/10/2026). Tim Indonesia meraih medali perunggu nomor beregu putra. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI) melakukan evaluasi setelah tim nasional soft tennis Indonesia menyelesaikan perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Evaluasi tersebut disampaikan dalam acara syukuran dan penutupan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Deheng House, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi PP PESTI untuk memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, manajer, dan seluruh tim pendukung yang telah menjalani rangkaian persiapan hingga pertandingan di Nagoya, Jepang.

Ketua Umum PP PESTI, Irjen Polisi Dr. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., mengapresiasi perjuangan seluruh anggota tim. Ia mengatakan para atlet telah berusaha maksimal meski hasil yang diperoleh belum sepenuhnya sesuai target awal.

Indonesia membawa pulang satu medali perunggu dari nomor beregu putra. Medali tersebut sekaligus menjaga catatan Indonesia dalam menyumbangkan medali dari cabang soft tennis pada Asian Games.

“Saya melihat langsung perjuangan atlet kita di Nagoya. Mereka sudah berjuang sangat maksimal. Alhamdulillah, kita tetap bisa mempertahankan tradisi mendapatkan medali di Asian Games, meskipun target yang kita bayangkan sebelumnya belum tercapai,” ujar Awal.

Ketua Umum PP PESTI Awal Chairuddin bersama tim soft tennis Indonesia dalam acara syukuran dan penutupan Pelatnas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jakarta, Jumat (2/10/2026). Tim Indonesia meraih medali perunggu nomor beregu putra. (Foto: IST/SP).

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia mengikuti seluruh lima nomor yang dipertandingkan. Selain beregu putra, tim Merah Putih tampil di nomor-nomor individual, tetapi belum mampu menambah koleksi medali.

BACA JUGA  Kemenpora Evaluasi Target Medali Asian Games 2026

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi PP PESTI, terutama dalam menghadapi negara-negara yang selama ini memiliki kekuatan di cabang soft tennis, seperti Jepang, China Taipei, dan Korea Selatan.

Awal menilai terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu diperkuat dalam pembinaan berikutnya. Salah satunya berkaitan dengan teknik permainan dan pola serangan.

Menurut dia, karakter soft tennis berbeda dengan tenis lapangan. Kemampuan menempatkan bola, membaca permainan lawan, serta membangun serangan setelah menerima servis menjadi bagian penting yang perlu terus dikembangkan atlet Indonesia.

Selain pembenahan teknik, PESTI berencana memperluas pengalaman bertanding atlet melalui kompetisi internasional. Keikutsertaan dalam turnamen di luar Asia juga menjadi salah satu opsi untuk memperkaya pengalaman para pemain menghadapi gaya permainan yang berbeda.

“Ini menjadi bagian dari evaluasi kita selama Asian Games. Kita harus belajar dari Jepang, China Taipei, Korea dan negara-negara lain. Kita juga perlu memperbanyak pertandingan internasional agar posisi soft tennis Indonesia bisa terus berkembang di Asia,” kata Awal.

Penguatan pembinaan usia muda juga menjadi perhatian PP PESTI. Regenerasi dinilai penting untuk menjaga kesinambungan prestasi soft tennis Indonesia di level internasional.

BACA JUGA  Inter Gagal Kudeta Milan, Simone Akui Rasanya Pahit

Awal berharap pengalaman yang dimiliki atlet senior dapat ditularkan kepada pemain muda. Proses tersebut diharapkan membentuk generasi baru yang memiliki pengalaman dan kesiapan menghadapi turnamen internasional.

PP PESTI juga mulai memandang agenda berikutnya, termasuk SEA Games 2027 di Hanoi, Vietnam. Persiapan jangka menengah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan program pembinaan setelah Asian Games 2026.

Sementara itu, Manajer Tim Soft Tennis Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Ferly Montolalu, menjelaskan persiapan tim telah berlangsung sekitar enam bulan sebelum kompetisi.

Pelatnas dimulai pada April 2026 dengan melibatkan tujuh atlet dan tiga pelatih. Tim kemudian menjalani try out di Korea Selatan pada Juni 2026 dengan mengunjungi Incheon dan Sunchang.

Setelah kembali ke Indonesia, program Pelatnas dilanjutkan hingga tim bertolak ke Jepang pada 15 September 2026. Pertandingan soft tennis Asian Games berlangsung pada 18-23 September 2026 di Nagoya.

Ferly mengatakan tim sebelumnya menargetkan medali pada nomor beregu putra, ganda campuran, dan tunggal. Dari tiga sasaran tersebut, Indonesia merealisasikan satu medali melalui beregu putra.

“Target kita adalah meraih medali di nomor beregu putra, ganda campuran dan tunggal. Mohon maaf, kami hanya berhasil mendapatkan satu medali perunggu di nomor beregu putra. Untuk kategori individual atau perorangan, kami belum berhasil mendapatkan medali,” kata Ferly.

BACA JUGA  Lucky Candra Lolos ke Babak Utama Men’s Tennis Seri VII

Meski capaian belum sesuai target, Ferly menyebut seluruh anggota tim telah memberikan usaha maksimal selama menjalani pertandingan. Ia juga memastikan kondisi tim berjalan baik selama berada di Jepang.

Seluruh anggota tim kembali ke Indonesia pada 24 September 2026 dalam kondisi sehat. Penutupan Pelatnas melalui acara syukuran di Jakarta kemudian menjadi penanda berakhirnya rangkaian persiapan dan pertandingan Asian Games 2026.

Medali perunggu dari nomor beregu putra menjadi hasil yang kini akan dievaluasi PESTI.

Pembenahan teknik, peningkatan kompetisi internasional, dan regenerasi atlet menjadi sejumlah agenda yang disiapkan untuk menjaga perkembangan soft tennis Indonesia pada kompetisi berikutnya. (09/AGF).