Sepak Takraw Indonesia ke Final Asian Games 2026

Sepak Takraw Indonesia ke Final Asian Games 2026
Tim kuadran putra sepak takraw Indonesia melaju ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan Myanmar 2-0 di semifinal. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tim kuadran putra Indonesia memastikan tiket ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menundukkan Myanmar dalam pertandingan semifinal di Mizuho Park Stadium, Nagoya, Jumat (2/10/2026).

Sepak Takraw Indonesia ke Final Asian Games 2026
Tim kuadran putra sepak takraw Indonesia melaju ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan Myanmar 2-0 di semifinal. (Foto: IST/SP).

Indonesia tampil solid dan menyelesaikan pertandingan dalam dua set langsung dengan skor 15-13 dan 15-9. Hasil tersebut membuka peluang bagi Merah Putih untuk kembali meraih medali emas dari cabang olahraga sepak takraw.

Kemenangan atas Myanmar diraih melalui permainan kolektif. Kekompakan antarpemain menjadi salah satu faktor penting ketika Indonesia menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.

Kapten tim kuadran putra Indonesia Muhammad Hardiansyah Muliang mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim, termasuk dukungan dari jajaran pelatih.

“Alhamdulillah bisa menang lawan Myanmar di semifinal, itu berkat dari kekompakan dan kerja sama tim kami, serta pelatih juga dan saling mendoakan. Pokoknya siapa pun lawannya kami selalu siap,” tutur Hardiansyah seusai pertandingan.

Indonesia langsung berusaha mengendalikan permainan sejak awal set pertama. Pertahanan yang solid dipadukan dengan serangan balik menjadi pola yang digunakan untuk mengumpulkan poin.

Namun, Myanmar mampu memberikan perlawanan dan membuat Indonesia beberapa kali berada dalam tekanan. Skuad Merah Putih harus menjaga konsentrasi untuk mengantisipasi perubahan permainan lawan.

BACA JUGA  Kudus Tantang Jakarta di Final MLSC All-Stars 2026

Indonesia kemudian mampu merespons tekanan tersebut dengan memperbaiki permainan. Perlahan, perolehan poin kembali dikuasai hingga akhirnya Indonesia mengamankan set pertama dengan skor 15-13.

Memasuki set kedua, Indonesia tampil lebih percaya diri. Variasi servis menjadi salah satu senjata yang digunakan untuk mengganggu pola permainan Myanmar.

Hardiansyah mengatakan servis menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia dalam pertandingan semifinal. Variasi yang dilakukan membuat lawan kesulitan membaca arah permainan.

“Kuncinya kami ambil di servis, juga variasi servis yang kami lakukan membuat lawan tidak bisa membaca gerakan kami. Hasilnya kami bisa ambil satu poin, dua poin, dan akhirnya bisa selisih tiga poin di set akhir tadi. Akhirnya bisa menang dua kosong langsung,” kata Hardiansyah.

Keunggulan Indonesia semakin terlihat pada set kedua. Setelah mendapatkan momentum, pemain Merah Putih mampu mempertahankan konsistensi hingga mengakhiri pertandingan dengan skor 15-9.

Kemenangan dua set langsung memastikan Indonesia menjadi salah satu finalis nomor kuadran putra. Hasil tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi tim asuhan pelatih Abdul Gani untuk memperjuangkan medali emas.

Pada pertandingan final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/10), Indonesia akan menghadapi tuan rumah Jepang.

BACA JUGA  Gempa Dahsyat Landa Jepang, Tokyo Gelap Gulita

Jepang memastikan tiket final setelah mengalahkan India dengan skor 2-0 pada semifinal. Pertandingan tersebut membuat Indonesia harus menghadapi lawan yang juga tampil di hadapan pendukung sendiri.

Meski menghadapi tuan rumah, Hardiansyah menegaskan kesiapan tim untuk menghadapi siapa pun lawan yang berada di hadapan mereka. Kekompakan yang telah menjadi kekuatan Indonesia akan kembali diandalkan dalam pertandingan perebutan medali emas.

Bagi Indonesia, keberhasilan mencapai final kuadran putra menjadi tambahan peluang untuk memperbesar perolehan medali dari sepak takraw pada Asian Games 2026.

Di sisi lain, perjuangan Indonesia pada nomor kuadran putri harus terhenti di semifinal. Tim kuadran putri dikalahkan Thailand dalam pertandingan dua set langsung.

Meski gagal melaju ke final, tim kuadran putri tetap memberikan kontribusi bagi kontingen Indonesia. Mereka membawa pulang medali perunggu setelah menyelesaikan perjalanan di babak semifinal.

Medali tersebut menjadi perunggu ketiga yang diraih Indonesia dari cabang sepak takraw pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebelumnya, dua medali perunggu telah disumbangkan melalui nomor tim regu putra dan tim regu putri. Dengan tambahan dari nomor kuadran putri, sepak takraw Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap perolehan medali kontingen Merah Putih.

BACA JUGA  Viral! Sepasang Kekasih Santap Sushi, Piring Capai 1 Meter

Kini, perhatian beralih kepada tim kuadran putra yang masih memiliki kesempatan untuk mempersembahkan emas. Pertandingan melawan Jepang akan menjadi penentu perjalanan Indonesia dalam nomor tersebut.

Persiapan dan pemulihan kondisi menjadi bagian penting menjelang laga final. Setelah melewati pertandingan semifinal yang berlangsung ketat, para pemain dituntut mempertahankan kebugaran sekaligus fokus menghadapi tekanan pertandingan perebutan gelar.

Kemenangan atas Myanmar menjadi modal bagi Indonesia untuk menghadapi final. Permainan kolektif, variasi servis, serta kemampuan bangkit ketika tertinggal menjadi sejumlah aspek yang terlihat sepanjang semifinal.

Indonesia kini hanya membutuhkan satu kemenangan untuk meraih medali emas kuadran putra.

Pertandingan final melawan Jepang akan menjadi kesempatan bagi tim asuhan Abdul Gani untuk membawa sepak takraw kembali ke podium tertinggi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(09)