Milos Joksic Kecewa Garudayaksa Kalah dari Persita

Milos Joksic Kecewa Garudayaksa Kalah dari Persita
Pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic mengevaluasi penampilan timnya setelah kalah 1-2 dari Persita Tangerang pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Internasional Banten, Serang. (Foto: IST/SP).

SERANG, SUDUTPANDANG.ID – Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, mengaku kecewa setelah timnya kalah 1-2 dari Persita Tangerang pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Internasional Banten, Serang, Sabtu (9/10/2026).

Garudayaksa sebenarnya sempat menunjukkan permainan disiplin dan mampu menyamakan kedudukan melalui Brian Rubio pada menit ke-75. Namun, gol Aleksa Andrejic pada menit 90+2 menggagalkan upaya tim tamu membawa pulang poin dari kandang Persita.

Milos Joksic menilai anak asuhnya memiliki peluang untuk meraih hasil lebih baik. Akan tetapi, sejumlah kesalahan dan kurangnya ketajaman dalam memanfaatkan kesempatan membuat Garudayaksa harus menerima kekalahan pada akhir pertandingan.

Dalam konferensi pers seusai laga, Joksic mengaku dirinya memiliki ekspektasi tinggi terhadap performa tim, terutama karena Garudayaksa dinilai mampu menjaga kedisiplinan permainan pada fase awal pertandingan.

Menurutnya, perubahan situasi setelah Persita mencetak gol pada awal babak kedua turut memengaruhi jalannya laga. Garudayaksa kemudian berusaha bangkit dan berhasil menyamakan skor, tetapi tidak mampu mempertahankan hasil hingga peluit akhir.

BACA JUGA  Petenis Asuhan BIN Kuasai Partai Semifinal Rajawali Women's Tennis Open

Joksic mengakui kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi timnya. Ia juga memberikan selamat kepada Persita atas kemenangan yang diraih.

Bagi pelatih asal Serbia tersebut, hasil negatif ini harus menjadi bahan evaluasi agar Garudayaksa dapat memperbaiki performa pada pertandingan selanjutnya.

Kekecewaan serupa disampaikan pemain Garudayaksa, Paulo Ricardo. Ia menilai timnya memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan peluang yang tersedia.

Paulo menegaskan bahwa dalam sepak bola, sebuah tim tidak bisa hanya berharap lawan gagal mencetak gol. Kesempatan yang didapat harus dimanfaatkan dengan baik untuk menentukan hasil pertandingan.

Menurutnya, Garudayaksa sebenarnya telah menjalani persiapan yang positif dalam dua pekan terakhir. Program latihan dan pekerjaan tim pelatih dinilai sudah berjalan baik, tetapi hasil pertandingan belum sesuai dengan harapan.

Karena itu, Paulo meminta rekan-rekannya bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh dan segera berbenah. Ia berharap pengalaman menghadapi Persita dapat menjadi dorongan bagi Garudayaksa untuk mulai meraih kemenangan.

BACA JUGA  PP KBI Tegaskan Rossy Tak Dideportasi dari SEA Games

Selain persoalan penyelesaian akhir, Joksic menyoroti respons pemain setelah kebobolan. Ia menilai Garudayaksa sempat kehilangan organisasi permainan dan memberikan terlalu banyak ruang kepada lawan.

Menurutnya, tim harus tetap tenang ketika tertinggal dan tidak membiarkan satu gol mengubah kedisiplinan seluruh pemain. Joksic juga menilai pergerakan tanpa bola masih perlu ditingkatkan agar serangan Garudayaksa lebih sulit dibaca lawan.

Ia meminta para pemain lebih aktif bergerak, bertukar posisi, dan membangun kombinasi serangan, terutama ketika memasuki area pertahanan lawan. Pergerakan yang terlalu mudah diprediksi, menurut Joksic, akan memudahkan lawan menghentikan serangan.

Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Garudayaksa setelah melewati empat pertandingan awal musim. Tim itu baru mengoleksi dua poin dan masih berada di peringkat ke-13 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.

BACA JUGA  Rafael Balas Kekalahan, Melaju ke 16 Besar ITF J30 Sukoharjo

Joksic mengaku tidak puas dengan perolehan tersebut. Ia menegaskan kesiapan untuk membenahi kekurangan tim melalui latihan dan peningkatan koordinasi permainan.

Pelatih tersebut berharap para pemain dapat merespons evaluasi dengan sikap positif, memperbaiki kesalahan, dan menunjukkan perkembangan dalam laga berikutnya.

Kekalahan dari Persita menjadi pengingat bagi Garudayaksa bahwa disiplin sepanjang pertandingan harus diimbangi dengan efektivitas serangan dan konsentrasi hingga menit terakhir. Dengan kompetisi yang masih berjalan, pembenahan aspek taktik dan mental menjadi penting agar tim mampu memperbaiki posisi di klasemen.(09)