Kejurnas Gateball 2026 Diikuti 747 Atlet dari 28 Provinsi

Gateball 2026
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman membuka Kejurnas Gateball 2026 yang diikuti 747 atlet dari 28 provinsi di Cibubur, Jakarta. (Foto: Pribadi/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 747 atlet dari 28 provinsi mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball 2026 di Lapangan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Ajang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempersiapkan regenerasi dan peningkatan prestasi gateball Indonesia.

Kejurnas tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman. Ia menilai partisipasi atlet dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pembinaan olahraga prestasi terus berjalan, termasuk di tengah tantangan yang dihadapi sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Marciano berharap Kejurnas Gateball 2026 dapat menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi hasil latihan dan pembinaan di daerah. Kompetisi ini juga diharapkan mampu mendorong atlet meningkatkan kemampuan agar dapat bersaing pada level yang lebih tinggi.

“Dalam kondisi yang sangat sulit, saya melihat daerah-daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap hadir dalam Kejurnas kali ini. Hal ini menjadi bukti bahwa dalam kondisi apa pun, pembinaan olahraga prestasi tetap berjalan dengan sangat baik,” kata Marciano.

Ia menegaskan, pengembangan gateball membutuhkan pembinaan yang konsisten, kompetisi berkelanjutan, serta pengenalan olahraga sejak usia dini. Dengan langkah tersebut, gateball diharapkan semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang untuk dipertandingkan pada ajang internasional, termasuk SEA Games dan Asian Games.

BACA JUGA  TPS Kelurahan Dukuh Dilengkapi Bank Sampah dan Pertanian Perkotaan

“Gateball memiliki nilai penting dalam membangun karakter bangsa, sehingga sosialisasi sejak usia dini harus terus ditingkatkan. Saya berharap Gateball Indonesia semakin berkembang, prestasinya meningkat, dan mampu bertanding dalam ajang SEA Games hingga Asian Games,” ujarnya.

KONI Pusat juga mendorong Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PB Pergatsi) memperkuat sistem pembinaan atlet secara berjenjang. Upaya tersebut perlu didukung kompetisi rutin, evaluasi performa, serta kerja sama antara atlet, pelatih, dan pengurus organisasi.

Ketua Umum PB Pergatsi, Diana Kusumastuti, mengatakan Kejurnas Gateball 2026 memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperluas kesempatan bagi atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan.

Menurut Diana, kejuaraan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan komunitas gateball di Indonesia, terutama ketika sejumlah daerah menghadapi tantangan akibat bencana.

“Di tengah berbagai bencana, para atlet tetap dapat berkumpul dan bertanding. Ini menunjukkan semangat kita untuk mewujudkan gateball Indonesia yang bersatu, berprestasi, dan mendunia,” ujar Diana.

Ia mengungkapkan, PB Pergatsi terus mengupayakan agar gateball mendapat kesempatan tampil di SEA Games, setidaknya sebagai cabang olahraga ekshibisi. Untuk mendukung target tersebut, pengurus provinsi didorong menyelenggarakan kompetisi secara berkala, baik antarklub maupun tingkat provinsi.

BACA JUGA  Tiket Diserbu ARMY, BTS Tambah Satu Hari Konser "ARIRANG" di Jakarta

Diana menambahkan, Kejurnas 2026 menjadi salah satu tahapan persiapan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) XXII/2028 yang akan digelar untuk PON di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain itu, kejuaraan ini menjadi sarana penjaringan atlet potensial untuk menghadapi kompetisi lain, termasuk Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) di Sulawesi Utara pada 2027 dan berbagai agenda olahraga nasional lainnya.

“Kejuaraan ini menjadi bagian strategis persiapan Babak Kualifikasi (BK) PON XXII/2028 dan sejumlah kompetisi nasional lainnya, sekaligus ajang evaluasi pembinaan dan penjaringan atlet potensial. Berbagai kejuaraan internasional harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan atlet dan mempererat persahabatan antarnegara,” kata Diana.

Selain memperkuat kompetisi di dalam negeri, PB Pergatsi juga membuka peluang bagi atlet Indonesia untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional.

Menurut Diana, PB Pergatsi telah menerima undangan untuk mengikuti sejumlah kejuaraan di berbagai negara, antara lain India, Hong Kong, Thailand, dan Australia. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman atlet sekaligus menjadi tolok ukur kemampuan mereka menghadapi lawan dari negara lain.

Indonesia juga direncanakan menjadi tuan rumah kejuaraan South East Asia Gateball pada Mei 2027. Agenda tersebut berpotensi menjadi kesempatan bagi atlet nasional untuk tampil di hadapan publik sendiri sekaligus memperkuat hubungan olahraga antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA  Dul Jaelani Serukan Sikap Bijak Kasus Perundungan Adiknya

Penyelenggaraan kejuaraan internasional di Indonesia juga diharapkan mendorong perkembangan gateball melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kualitas pertandingan, serta penguatan sistem pembinaan.

Dengan melibatkan 747 atlet dari 28 provinsi, Kejurnas Gateball 2026 menjadi salah satu wadah penting untuk memetakan perkembangan atlet di berbagai daerah. Hasil kompetisi diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi PB Pergatsi dalam menyusun program pembinaan menuju PON 2028 dan agenda internasional mendatang.

Melalui kompetisi yang berkesinambungan, gateball Indonesia diharapkan mampu memperluas basis atlet, meningkatkan daya saing, dan membuka lebih banyak peluang untuk berprestasi di tingkat regional maupun internasional. (AGF/04)