PASURUAN — JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Nurul Mawaridah, M.Pd., guru Prakarya SMP Negeri 4 Pasuruan, berinovasi mengintegrasikan Pendidikan Antikorupsi (PAK) dalam pembelajaran melalui gim edukatif dengan aksi angkat buku. Metode sederhana ini mengajak murid mempraktikkan kejujuran, kemandirian, dan tanggung jawab secara langsung dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, murid menjawab pertanyaan dalam games secara mandiri. Setelah selesai, mereka mengangkat buku masing-masing sebagai tanda bahwa tugas telah dikerjakan. Aksi ini menjadi strategi pembiasaan agar murid tidak melihat jawaban teman, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya.
Nurul Mawaridah menjadikan aktivitas tersebut sebagai sarana menanamkan nilai integritas melalui tindakan nyata, bukan sekadar penyampaian teori. Murid diberi kesempatan untuk memilih bersikap jujur, termasuk ketika memiliki kesempatan untuk menyontek tanpa diketahui orang lain.
Pembelajaran ini menguatkan sembilan nilai integritas antikorupsi, terutama jujur, mandiri, berani, bertanggung jawab, dan disiplin. Nilai kejujuran diterapkan dengan mengerjakan tugas tanpa menyontek. Kemandirian dibangun melalui usaha menyelesaikan pertanyaan sendiri. Keberanian tumbuh ketika murid percaya diri menunjukkan hasil pekerjaannya, sedangkan tanggung jawab dan disiplin diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan permainan.
Aksi angkat buku juga menjadi kesempatan bagi murid untuk mempraktikkan prinsip Pendidikan Antikorupsi, seperti menaati aturan, menjaga amanah, dan mengambil keputusan yang benar saat menghadapi dilema etis. Murid belajar bahwa integritas tetap harus dijaga meskipun tidak ada orang yang mengawasi.
Penggunaan games membuat pembelajaran lebih interaktif dan mendorong partisipasi aktif murid. Pendidikan Antikorupsi pun dapat terintegrasi secara alami dalam mata pelajaran Prakarya melalui kegiatan yang sederhana, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan mudah diterapkan.
Melalui inovasi ini, Nurul berharap murid terbiasa menerapkan kejujuran dalam berbagai situasi, mulai dari mengerjakan tugas, menaati tata tertib, hingga menghargai hak orang lain. Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh menjadi karakter yang dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Praktik baik ini menjadi salah satu upaya SMP Negeri 4 Pasuruan dalam membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi integritas.
Melalui aksi angkat buku, murid belajar bahwa kejujuran bukan sekadar ucapan, melainkan pilihan dan tindakan nyata yang dimulai dari diri sendiri.(ACZ)



