PROBOLINGGO-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Komandan Koramil (Danramil) 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso menghadiri Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LX yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya tahun 2026.
Kegiatan selama dua hari tersebut digelar di Paiton Operation House (POH) milik Paiton Energy dan POMI, Jalan Raya Paiton, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Adi Suwarso mengapresiasi PWI Probolinggo Raya yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan melalui penyelenggaraan UKW.
Menurut Adi Suwarso, peningkatan kompetensi penting agar wartawan memiliki kemampuan jurnalistik yang memadai, menjaga independensi, serta memahami tanggung jawab sosial dalam setiap pemberitaan.
“Wartawan diharapkan senantiasa berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial bagi masyarakat,” kata Adi Suwarso.
Ia berharap, melalui UKW, para peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas diri sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Probolinggo Raya.
Adi juga menekankan bahwa UKW tidak semata-mata menjadi sarana memperoleh sertifikat, tetapi harus diikuti dengan penerapan ilmu dan kompetensi jurnalistik dalam pekerjaan sehari-hari.
Menurut dia, pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat, termasuk menyampaikan kebijakan, program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kapasitas dan profesionalisme rekan-rekan wartawan semakin meningkat. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan menerapkan ilmu jurnalistik dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Probolinggo Raya Babul Arifandi mengatakan, organisasinya kembali aktif sekitar tujuh tahun lalu. Sejak saat itu, PWI Probolinggo Raya telah tiga kali menyelenggarakan UKW sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan.
Babul mengibaratkan UKW sebagai identitas profesional bagi wartawan. Menurut dia, kompetensi diperlukan agar wartawan mampu menyampaikan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“UKW ini menjadi identitas bagi seorang profesional. Sudah sepantasnya seorang wartawan memiliki SIM untuk menjalankan profesinya dalam menyebarkan informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menjelaskan, dari sekitar 40 anggota PWI Probolinggo Raya, para wartawan terus didorong untuk meningkatkan kompetensi. Dalam UKW kali ini, sejumlah peserta juga mengikuti peningkatan jenjang, dari wartawan muda ke madya maupun dari madya ke utama.
Sebanyak 24 wartawan mengikuti UKW tersebut. Rinciannya, enam peserta pada jenjang muda, 12 peserta jenjang madya, dan enam peserta jenjang utama.
“Mudah-mudahan dengan modal utama kompeten, kita bisa bersama-sama membangun Kota dan Kabupaten Probolinggo,” ungkap Babul.
Ketua PWI Jawa Timur Lutfi Hakim menambahkan, pelaksanaan UKW oleh PWI Probolinggo Raya menunjukkan pentingnya peran pers dalam mendukung pembangunan dan kehidupan demokrasi di daerah.
Ia menegaskan, UKW tidak cukup dipandang sebagai kegiatan untuk memperoleh sertifikat. Kompetensi yang diperoleh harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas jurnalistik sehari-hari.
“Sertifikasi memang menjadi salah satu tolok ukur untuk mengetahui apakah seorang wartawan telah memenuhi standar kompetensi. Akan tetapi, yang lebih penting adalah implementasi dari kemampuan tersebut,” kata Lutfi.(ACZ)










