Orang Utan Yondu Ditemukan di Area Bekas Karhutla, BKSDA Kalteng Temukan Hernia

Orang Utan Yondu Ditemukan di Area Bekas Karhutla, BKSDA Kalteng Temukan Hernia
BKSDA Kalteng (Foto: istimewa)

KOBAR-KALTENG| SUDUTPANDANG.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengevakuasi Yondu, orang utan jantan berusia sekitar 35 tahun yang ditemukan di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Pemeriksaan awal menunjukkan satwa dilindungi dengan berat sekitar 89 kilogram tersebut mengalami hernia pada bagian perut.

Yondu ditemukan di kawasan Kolam KM 14, Desa Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Selasa (27/10/2026). Saat ditemukan, orang utan itu sedang memakan umbut nanas di lokasi.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, mengatakan, tim medis menemukan hernia abdominalis saat pemeriksaan awal. Kondisi tersebut terjadi ketika jaringan atau organ menonjol melalui bagian dinding perut yang melemah.

BACA JUGA  Antisipasi Perluasan Dampak Krisis Air Bersih-Karhutla, Siaga Darurat Kekeringan Ditetapkan di Jabar

“Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui tingkat keparahan dan menentukan penanganan medis yang diperlukan,” kata Handi, Rabu (28/10/2026).

Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) bergerak setelah menerima laporan dari petugas Pemadam Kebakaran Kotawaringin Barat sekitar pukul 15.42 WIB. Petugas tiba di lokasi pada pukul 17.22 WIB untuk melakukan penyelamatan.

Proses evakuasi melibatkan BKSDA, tenaga medis hewan, regu Pemadam Kebakaran Kotawaringin Barat, Komunitas Reptil Pangkalan Bun, mitra Orangutan Foundation UK, serta mahasiswa magang Fakultas Kehutanan Universitas Palangka Raya.

Menurut Handi, tim medis melakukan sedasi atau pembiusan untuk memastikan Yondu dapat ditangani dengan aman. Penyesuaian dosis anestesi diperlukan karena orang utan tersebut diketahui baru selesai makan.

BACA JUGA  Mencegah Gangguan Keamanan, Koramil 0820-16/Paiton Gelar Apel dan Siskamling Gabungan

Proses penanganan berlangsung lebih dari dua jam. Yondu berhasil teranestesi sekitar pukul 18.51 WIB, kemudian dievakuasi menggunakan jaring pengaman untuk menjalani pemeriksaan fisik.

Sekitar pukul 19.43 WIB, Yondu dibawa ke Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya luka terbuka maupun luka bakar pada tubuhnya.

Tim medis juga mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium. Hasilnya akan menjadi salah satu dasar penentuan penanganan berikutnya.

Saat ini, Yondu ditempatkan di kandang transit Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun untuk menjalani observasi sambil menunggu hasil laboratorium dan arahan lebih lanjut dari pimpinan BKSDA.

Belum ada kepastian mengenai penyebab kemunculan Yondu di kawasan bekas karhutla tersebut.(Red/02)