PASURUAN-JATIM | SUDUTPANDANG.ID – SMPN 4 Pasuruan menggelar istighosah dan salat istisqa pada Kamis (22/10/2026) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus sarana menanamkan nilai religius dan kepedulian terhadap kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tertanggal 20 Oktober 2026 mengenai salat istisqa’ sebagai respons terhadap kondisi kekeringan di berbagai daerah.
Surat edaran tersebut mengajak pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, tokoh agama, serta masyarakat untuk melaksanakan salat istisqa’, memperbanyak istigfar, bersedekah, dan memanjatkan doa agar hujan segera turun.
Melalui istighosah dan salat istisqa’, warga sekolah diajak memohon pertolongan Allah Swt. sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan serta menggunakannya secara bijaksana.
Selain memperkuat karakter religius, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi murid. Mereka diajak memahami doa sebagai bentuk ikhtiar, menumbuhkan empati terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, serta membiasakan perilaku hemat air dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan komitmen SMPN 4 Pasuruan dalam membangun budaya sekolah yang religius, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat SPANPA SMART, yakni Sehat, Merdeka, Aman, Religius, dan Tepercaya.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh warga sekolah diharapkan semakin memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Swt. sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Doa dan ikhtiar bersama diharapkan dapat memperkuat solidaritas masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.(ACZ)











