Siapkan Mitigasi Bencana, Kodim Probolinggo Pantau Perkembangan Aktivitas Gunung Bromo Pasca Erupsi

Siapkan Mitigasi Bencana, Kodim Probolinggo Pantau Perkembangan Aktivitas Gunung Bromo Pasca Erupsi
Kegiatan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Bromo di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari (Foto Istimewa)

PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo

Apriantono bersama sejumlah perwira staf dan pihak terkait turun langsung untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Bromo di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Pemantauan tersebut dilakukan sehari setelah Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis sore (5/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara hingga Jumat siang (6/11) aktivitas gunung api tersebut masih terpantau fluktuatif meskipun kondisinya berangsur normal.

Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan kedatangan pihaknya merupakan langkah positif dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan aktivitas Gunung Bromo serta menjadi salah satu dasar bagi jajaran Kodim dalam menentukan langkah antisipasi dan kesiapan personel di lapangan.

BACA JUGA  Rupiah Masih Dihajar Dolar AS, Segini Nilai Tukarnya Sekarang

Informasi mengenai kondisi Gunung Bromo harus terus diperbarui agar seluruh unsur yang terlibat dapat mengambil tindakan secara cepat apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.”Diperlukan peningkatan koordinasi dan sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah daerah, BPBD, TNBTS serta Instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan dampak erupsi,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, Sabtu (7/11).

Dandim juga mengimbau masyarakat, wisatawan dan pelaku usaha pariwisata agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi dan ketentuan zona aman yang ditetapkan oleh instansi berwenang. “Masyarakat dan wisatawan diharapkan senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi imbauan petugas demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menambahkan, kesiapan personel menjadi perhatian utama untuk menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat berdampak terhadap masyarakat maupun wisatawan. “Jangan sampai ketika terjadi sesuatu personel justru belum siap, Karena itu seluruh unsur harus mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ungkapnya.

BACA JUGA  Polres Pasuruan Siapkan 7 Pos dan Ratusan Personel untuk Amankan Operasi Ketupat Semeru 2026

Lebih lanjut perwira dengan tanda pangkat dua melati emas di pundak ini menegaskan mitigasi penyelamatan telah disiapkan melalui beberapa skenario. Di antaranya memastikan jalur evakuasi, kesiapan personel di sejumlah titik serta pengaturan tugas masing-masing unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Kami sudah menyiapkan beberapa skenario termasuk jalur evakuasi dan kesiapan petugas, personel juga harus selalu siap selama 24 jam sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bisa segera bergerak,” terangnya.(ACZ)