Air Zam Zam Dibagikan Untuk Semua Jamaah Haji, Kemenhaj: Jangan Memasukkan ke Koper Bagasi-Kabin

Air Zam Zam Dibagikan Untuk Semua Jamaah Haji, Kemenhaj: Jangan Memasukkan ke Koper Bagasi-Kabin
FOTO DOKUMEN - Petugas mengumpulkan air zamzam berbagai kemasan yang disimpan di dalam koper bagasi jamaah haji Indonesia setelah dipindai dengan mesin x-ray di salah satu lokasi penyortiran di Makkah, Arab Saudi, Senin (16/6/2025). FOTO: HO-Ant

MEKKAH-ARAB SAUDI, SUDUTPANDANG.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyerukan dan mengingatkan agar seluruh jamaah haji Indonesia tidak memasukkan air zam zam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin karena akan dibagikan kepada semua jamaah dan diterima setibanya di Tanah Air.

“Air zam-zam akan dibagikan kepada jamaah melalui debarkasi setibanya di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam taklimat media yang dikutip sudutpandang.id dari Kemenhaj, di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Ia menegaskan bahwa air zam-zam yang menjadi hak jamaah telah disiapkan dan akan diterima setibanya di Tanah Air.

“Karena itu, kami mengimbau seluruh jamaah untuk tidak menyimpan air zamzam di dalam koper guna menghindari kendala dalam proses pemeriksaan dan penerbangan,” katanya.

BACA JUGA  Warga Puji Kinerja Dirut PAM Jaya Tuntaskan Krisis Air Marunda Kepu

Selain itu, kata dia, jamaah yang masih berada di Arab Saudi diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama jemaah selama menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Cuaca yang masih panas memerlukan perhatian bersama agar seluruh jemaah dapat menjalani sisa perjalanan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Kami mengajak seluruh jamaah untuk saling menjaga dan saling membantu. Jika melihat ada jamaah yang membutuhkan bantuan, terutama lansia, penyandang disabilitas, atau jamaah yang sedang kurang sehat, jangan ragu untuk memberikan perhatian dan pertolongan,” katanya.

Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh selama berhaji merupakan bagian penting dari kemabruran yang harus terus dijaga, katanya.

BACA JUGA  Bupati Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 14 Kabupaten Asahan

Pihaknya mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan nilai-nilai haji sebagai bekal dalam kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.

“Perjalanan haji memang telah usai, tetapi pengabdian sebagai haji mabrur baru dimulai. Sukses peradaban dimulai dari hal-hal sederhana, seperti kepedulian kepada sesama, saling menghormati, menjaga ketertiban, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.

“Nilai-nilai inilah yang kami harapkan terus hidup, baik selama jemaah masih berada di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Indonesia. Dengan demikian, kemabruran haji tidak hanya dirasakan oleh pribadi masing-masing, tetapi juga membawa kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban yang lebih baik,” demikian Ichsan Marsha.(red/02)