PROBOLINGGO, SUDUTPANDANG.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan TNI melalui pendampingan langsung kepada para petani di berbagai wilayah. Salah satunya dilakukan jajaran Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil 0820-26/Tegalsiwalan.
Pada Sabtu (22/8/2026).
Anggota Koramil Tegalsiwalan turun langsung ke lahan pertanian milik Muh Dulkahar di Desa Bulujaranlor, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Pendampingan tersebut dilakukan dalam proses perawatan tanaman padi sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik.
Anggota Koramil 0820-26/Tegalsiwalan, Serda Taofiq Abidin, mengatakan pendampingan dan pengawasan merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan ketika memasuki masa panen. Proses sejak pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman turut menjadi faktor penting yang menentukan hasil produksi.

“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi hasil dari pertanian, berangkat dari hal tersebut maka kami melakukan pendampingan dan pengawasan mulai dari proses awal,” kata Serda Taofiq Abidin.
Serda Taofiq menjelaskan bahwa ketahanan pangan nasional berkaitan dengan kemampuan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup, aman dan bergizi.
Untuk memperkuat kondisi tersebut, diperlukan berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi hingga penguatan infrastruktur pertanian.
“Untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dilakukan upaya yakni membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi, membangun bendungan, memodernisasi irigasi, menjaga kebersihan saluran irigasi, mengendalikan impor dan ekspor pangan serta memperkuat infrastruktur,” ujarnya.
Ia menilai ketahanan pangan menjadi hal penting bagi Indonesia karena memiliki jumlah penduduk yang besar dengan wilayah geografis yang luas.
Sejumlah komponen yang menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan antara lain ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan, akses masyarakat terhadap pangan serta pemanfaatan pangan.
Dalam upaya menjaga ketahanan pangan, seluruh sumber daya pertanian diharapkan mengambil peran. Tidak hanya pemerintah dan TNI, tetapi juga penyuluh serta para petani di lapangan.
Serda Taofiq menyebut peningkatan produksi menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat pangan nasional.
“Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan semua sumber daya yang difokuskan dalam peningkatan produksi baik saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara berbagai pihak diperlukan agar produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Serda Taofiq mengatakan pemerintah pusat melalui TNI telah menerapkan pendekatan secara menyeluruh dalam mendukung sektor pertanian.
Dukungan sarana dan prasarana tidak hanya diarahkan pada proses produksi, tetapi mencakup seluruh tahapan, mulai dari persiapan lahan hingga proses pengolahan hasil pertanian.
Pendampingan yang dilakukan Koramil Tegalsiwalan menjadi salah satu bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu petani menjaga produktivitas lahan pertanian.
“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui pendampingan secara langsung di lapangan, Koramil Tegalsiwalan berharap produktivitas pertanian dapat terus terjaga sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.(ACZ/04)










