JAKARTA | SUDUTPANDANG.ID – Tim hoki lapangan putra Indonesia harus menghadapi tantangan berat pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Hasil undian menempatkan skuad Merah Putih satu grup dengan tiga kekuatan utama hoki putra Asia, yakni India, Jepang, dan Korea Selatan.
Indonesia tergabung di Pul A bersama India, tuan rumah Jepang, Korea Selatan, Bangladesh, dan Sri Lanka. Sementara itu, Pul B dihuni Pakistan, Malaysia, China, Oman, Uzbekistan, dan Thailand.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) Yasser Arafat Suaidy mengakui hasil undian tersebut membuat Indonesia berada di salah satu grup tersulit pada Asian Games 2026.
“Grup kita ini termasuk grup yang paling berat. Berat banget,” kata Yasser saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
India, Jepang, dan Korea Selatan bukan lawan sembarangan. Ketiganya termasuk enam tim terbaik pada Asian Games Hangzhou yang mendapatkan tiket langsung ke Aichi-Nagoya tanpa harus melalui babak kualifikasi.
India bahkan datang dengan status sebagai juara bertahan. Tim tersebut sukses merebut medali emas pada Asian Games Hangzhou dan menjadi salah satu kandidat kuat untuk kembali bersaing di perebutan gelar juara.
Menurut Yasser, selain India, Jepang, dan Korea Selatan, Pakistan juga merupakan negara yang memiliki tradisi kuat dalam persaingan hoki putra Asia.
“Dari empat negara ini, tiga ada di grup kita. Ada India, tuan rumah Jepang, dan Korea,” ujarnya.
Meski berada di grup berat, FHI tidak ingin Indonesia kehilangan optimisme. Skuad Merah Putih tetap memasang target realistis dengan berusaha finis di posisi ketiga atau keempat Pul A.
Target tersebut akan diperjuangkan melalui strategi berbeda saat menghadapi setiap lawan. Bangladesh dan Sri Lanka dinilai menjadi dua tim yang lebih memungkinkan untuk dikalahkan. Sementara saat menghadapi India, Jepang, dan Korea Selatan, Indonesia akan berusaha mencuri poin.
“Target kita kalau bisa peringkat tiga atau empat di grup, bisa mengalahkan Bangladesh dan Sri Lanka, atau bisa mencuri hasil seri dari tiga negara tadi,” kata Yasser.
Indonesia memiliki modal pengalaman dalam menghadapi sejumlah calon lawan di fase grup. Salah satunya adalah Sri Lanka yang pernah dikalahkan Indonesia dalam pertandingan internasional.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan FHI optimistis Indonesia dapat mengamankan poin dari pertandingan melawan Sri Lanka. Namun, Yasser menyadari pertandingan pada Asian Games akan memiliki tekanan dan kualitas persaingan yang berbeda.
Untuk menghadapi Jepang, Indonesia juga memiliki pengalaman memberikan perlawanan. Yasser menyebut Merah Putih pernah menghadapi Jepang dan hanya kalah dengan skor 1-3.
Catatan tersebut menjadi bekal penting bagi Indonesia untuk menghadapi tuan rumah Aichi-Nagoya 2026. Meski Jepang memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, Indonesia berpeluang memberikan tekanan apabila mampu tampil disiplin dan memaksimalkan setiap kesempatan.
Sementara itu, kekuatan Bangladesh dinilai tidak terlalu jauh dari Indonesia. Kondisi tersebut membuat pertandingan melawan Bangladesh menjadi salah satu laga yang dipandang penting dalam upaya mengamankan posisi di klasemen Pul A.
Indonesia juga memiliki catatan positif ketika menghadapi Korea Selatan. Kedua tim pernah bertemu dalam Taiwan Nantou International Men’s Tournament 2026 pada Juli lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia mampu menahan Korea Selatan dengan skor 3-3. Hasil itu memberikan gambaran bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk memberikan perlawanan kepada salah satu tim kuat Asia.
Lebih dari itu, Indonesia tampil sebagai juara Taiwan Nantou International Men’s Tournament 2026. Tim Merah Putih mengumpulkan 11 poin dari lima pertandingan dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Prestasi tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi tim hoki putra Indonesia menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Namun, FHI tetap perlu melakukan persiapan matang karena lawan yang dihadapi di Jepang memiliki kualitas dan pengalaman tinggi.
Indonesia sendiri memastikan tempat di Asian Games 2026 setelah menyelesaikan babak kualifikasi di Bangkok, Thailand, pada April lalu.
Skuad Merah Putih berhasil menembus posisi empat besar sehingga berhak mendapatkan tiket ke ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Dalam pertandingan perebutan posisi ketiga kualifikasi, Indonesia harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 2-3. Meski kalah dalam laga tersebut, pencapaian hingga empat besar sudah cukup untuk memastikan tiket menuju Aichi-Nagoya.
Kini, perhatian FHI tertuju pada persiapan menghadapi fase grup Asian Games 2026. Tantangan besar menanti karena Indonesia harus berhadapan dengan tiga kekuatan utama Asia sekaligus.
Dengan target finis di posisi tiga atau empat, Indonesia dituntut tampil konsisten sejak pertandingan pertama. Kemenangan atas Bangladesh dan Sri Lanka menjadi target utama, sedangkan hasil positif saat menghadapi India, Jepang, atau Korea Selatan akan menjadi tambahan penting bagi perjuangan Merah Putih.
FHI berharap pengalaman internasional dan hasil positif sepanjang 2026 dapat menjadi modal bagi tim hoki putra Indonesia.
Dengan persiapan yang tepat, Indonesia diharapkan mampu memberikan kejutan sekaligus melangkah lebih jauh pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (09/AGF)










